POHUWATO – Peningkatan produktivitas menjadi salah satu target Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Upaya ini akan dimaksimalkan melalui program Readsi.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi. SYL menekankan seluruh Petani untuk memastikan produksi tidak menurun dan dapat terus berjalan.

“Kementerian Pertanian mendorong kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung kegiatan Pertanian. Kita juga akan pastikan produksi bahan pangan pengganti nasi seperti jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan. Pertanian Indonesia tidak boleh melemah, harusnya meningkat. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh,” tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan BPPSDMP harus menjadi pioner untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani.

“Untuk itu, kita harus bekerja keras, Cepat, Cermat dan Akurat. Tinggalkan cara-cara lama dan gunakan cara-cara baru berbasis IT,” katanya

Menurutnya, tahun baru adalah momentum untuk melakukan langkah konsolidasi, konsepsi dan perwujudan upaya-upaya maksimal yang akan dicapai di tahun 2022.

Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato melalui Bidang Penyuluhan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) program READSI, bertempat di Gedung B Distan Pohuwato, Jum’at (7/1/2022).

Dihadiri oleh Tim DPMO, Kepala Badan Perencanaan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Pohuwato, TA, Fasilitator Desa

Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, melalui Kepala Bidang Penyuluhan Punguanta Roganda Pandeangan, menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan rapat ini sebagai evaluasi pelaksanaan program READSI Tahun 2021 dan menyusun rencana pelaksanaan program READSI tahun 2022 yang sudah memasuki tahun ke 4.

Memasuki tahun 2022 berbagai agenda utama yang tengah disiapkan oleh Distan Pohuwato. Hal ini adalah merupakan upaya peningkatan produksi pertanian di Bumi Panua, sekaligus merupakan rangkaian program yang telah dilaksanakan pada tahun 2021.

Dalam mendukung arahan Menteri Pertanian, Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas.

Punguanta mengatakan sebelum pelaksanaan program ini, pihaknya melakukan kesepakatan bersama terlebih dahulu, tentang perealisasian program kegiatan alsintan yang 30 persen swadaya daripada kelompok dan 70 persennya dari program READSI.

“Ada juga program infrastruktur pedesaan, kebetulan program READSI ini ada 18 Desa sasaran. Jadi, satu desa 100 juta, ini yang nanti dipilih, pekerjaan infrastruktur sederhana apa yang akan dilaksanakan dimasing-masing desa,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap peran serta seluruh tim pendamping lapangan, tim fasilitator desa, tim ahli hingga tim administrasi tingkat kabupaten untuk memberikan sinergitas terbaik.

“Harapan kami, mudah-mudahan kegiatan ini bisa berjalan lancar sesuai apa yang diharapkan Pak Kadis dan juga para  DPRD,” katanya.

Turut menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi ini Kepala Baperlitbang Pohuwato Irfan Saleh, yang menekankan bahwa pertemuan ini adalah menyamakan persepsi dan sinergitas pelaksana program tingkat kabupaten.