PARTISIPASI FASILITATOR DESA PROGRAM READSI UNTUK MENCEGAH VIRUS COVID-19.

PARIGI MOUTONG – Desa Patingke adalah salah satu desa yang termasuk dalam Komunitas Adat Terpencil (KAT) sumber data Kemensos RI yang dihuni oleh masyarakat adat suku sub rumpun Lauje yang masuk dalam suku besar Kaili, Desa Patingke masuk di dalam desa terpencil dikarenakan akses menuju desa tersebut hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua (motor) dan itupun tidak semua orang bisa melewatinya hanya orang – orang yang terlatih dan berani bisa menuju kesana, Karena jalan menuju ke desa tersebut melewati  jalan yang kecil dan khusus untuk motor saja,  serta mendaki juga terjal. Desa Patingke menjadi salah satu desa dampingan dari Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI).

Dalam rangka mendukung himbauan pemerintah untuk mecegah perluasan wabah Covid-19 atau biasa di sebut Virus Corona, Kades bersama aparatnya, Kapolsek, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa, Fasilitator Desa READSI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat berkumpul rembuk dalam rencana penyemprotan mencegah penyebaran Virus Corona. Penyemprotan cairan Disinfektan dilakukan di fasiltas – fasilitas umum seperti (Kantor Desa, Masjid, Gereja, Pasar Tradisional, Polindes, Sekolah dll) dilanjutkan ke rumah – rumah penduduk. Semuanya bergotong royong untuk tujuan yang sama yaitu menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari Covid-19.

Masyarakat Adat patingke merasa bersyukur atas kegiatan penyemprotan tersebut dan mereka sangat berterima kasih khususnya kepada Bidan Desa dan Fasilitator Desa yang berisiatif dan bersinergi aktif mensosialisasikan dampak dari Covid-19 seperti cara pencegahan dan cara hidup bersih. Hal ini sejalan dengan pesan dan arahan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Bustanul Arifin Caya) selaku Direktur Program READSI “dengan menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga serta selalu mematuhi Protokol Covid-19 juga dibarengi dengan asupan bergizi dan seimbang maka daya tahan tubuh dapat lebih ditingkatkan, serta dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian”.