Sektor pertanian Indonesia menjadi sektor yang mampu bertahan di tengah tekanan pandemi covid-19 sepanjang tahun 2021.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan upaya pemerintah dalam mendorong daya saing produk pertanian di pasar ekspor sekaligus memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dimana peningkatan SDM, diversifikasi pertanian, teknologi, hingga digitalisasi menjadi fokus Kementan kedepan.

Kebutuhan atau permintaan pasar akan produksi pertanian semakin tinggi sehingga para petani didorong meningkatkan produksi.

SYL menjelaskan sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo bahwa pembangunan sektor pertanian harus diupayakan dengan berbagai langkah dalam mempersiapkan pangan rakyat Indonesia yang berorientasi pada tercapainya kesejahteraan dan peningkatan pendapatan petani. Daerah-daerah yang memiliki potensi dan produktivitasnya tinggi harus diintervensi dengan berbagai terobosan teknologi.

Kementerian Pertanian, melalui Kepala  Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), kembali mengajak seluruh insan pertanian untuk mengkonsumsi pangan lokal.

Kepala  Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, mengajak  semua untuk mengkonsumsi pangan lokal, hindari pangan impor. Pangan lokal kita banyak, harus dimanfaatkan,” katanya.

Dengan mengkonsumsi pangan lokal maka kita dapat membendung pangan impor dan pada akhirnya petani kita menjadi bersemangat mongolah tanah hingga menjadi lebih  sejahtera.

Kita harus mampu mengekspor pangan kita ke negara lain. Untuk memenangkan pesaingan Kunci nya adalah kita harus mampu bersaing. Insan pertanian kita harus mempunyai daya saing.

sebagai milenial petani  harus siap mengguncangkan dunia dengan cara inovasi teknologi, kuasai teknologi pertanian. Dan kita harus mampu mentransfer teknologi ke para pelaku pertanian, sehingga petani tau inovasi teknologi pertanian.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Setda Kabupaten Kupang, Mesak Elfeto menyampaikan saat workshop peningkatan nilai tambah, daya saing dan pemasaran produk pertanian guna meningkatkan pendapatan petani wilayah READSI Kabupaten Kupang, di Oelamasi, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (11/3/2022).

“Petani harus meningkatkan produksi pertanian dan menggunakan teknologi untuk memudahkan produksi  karena kebutuhan pasar sangat tinggi” tegas dia.

Menurut dia, peningkatan produksi pertanian dapat meningkatkan pendapatan petani secara individu dan kelompok, sehingga petani lebih maju dan mandiri.

Kemiskinan di Kabupaten Kupang, kata dia, akibat rendahnya produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas.

Dirinya mendorong akses pasar bagi petani secara digital maupun langsung guna mempercepat penjualan.

“Petani miliki lahan yang luas namun masih ada di bawah garis kemiskinan karena kurang adanya edukasi dan motivasi bagi petani,” jelasnya.

Deputi Manajer DPMO Kabupaten Kupang, Lucia menilai, posisi tawar bagi produksi para petani masih lemah karena petani masih menjual hasil panen dengan sangat murah di pasar.

Itu terjadi karena petani belum memaksimalkan berkelompok dengan benar READSI membangun kelompok untuk miningkatkan  daya jual hasil petani dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan. juga mengurangi cost produksi serta mendorong kelompok untuk menajdi berbadan usaha.

Program READSI hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Tidak hanya berfokus pada kelompok komoditas tanaman pangan, READSI juga menyasar kelompok pemanfaatan pekarangan, sayur, buah, perkebunan hingga peternakan. Untuk kelompok pemanfaatan pekarangan karena READSI ingin keterlibatan wanita tani yang berdampak signifikan pada ketahanan pangan dan pemenuhan gizi keluarga.