KAB. BONE BOLANGO- Hujan yang mengguyur Provinsi Gorontalo mengakibatkan banjir parah. Keadaan tersebut diperparah dengan meluapnya air sungai yang melanda Desa Bilungala Utara, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango (Bonebol) 6 hari lalu, 3 Juli 2020. Hingga saat ini 9 juli 2020 hujan masih terus mengguyur akan tetapi intensitasnya sudah menurun

Hasil kunjungan kerja Fasilitator Desa Al Izran Podungge terkait dengan pendataan anggota Poktan yang terdampak banjir didapati bahwa ketinggian air banjir bahkan tercatat mencapai 1,5 meter. Sehingga mengakibatkan rusaknya tanaman yang ada di sekitaran sungai. Komoditi seperti Jagung, Kacang Tanah dan Tanaman Cabe juga ikut terseret arus.

Menurut informasi dari Ketua Poktan Maju Terus jagung ini, bahwa dua orang anggotanya lahannya terdampak banjir yakni Hamasah Ursiha, kategori kerusakan Berat, Dimar Maele, kategori kerusakan Sedang, masing-masing luas lahan 0,5 Ha. Kemudian untuk Poktan Tunas Harapan Komoditi Horti, menurut Ketua Poktan tiga orang anggotanya terdampak banjir diantaranya : Bapak Usman Dukalang kategori kerusakan berat, Ibu Arihana Baliasi kategori kerusakan berat. Bapak Ibrahim Lahay, kategori sedang. Masing masing luasannya adalah 0.75 Ha .

Menurut Ketua Poktan Jagung Abdul Malik Botutihe, “Lahannya ini baru ditanami usaha lainnya yaitu cabe, sekitar 3 hari sebelum kejadian banjir, hal ini tergolong pada kategori kerusakan berat.” Jelasnya. Lahan tersebut salah satu anggota binaan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) yang ada di Kabupaten Bone bolango.

Sebelumnya kurang lebih tiga minggu yang lalu tepatnya 11 Juni 2020 banjir di Kabupaten Bone Bolango sangat lah berat terlihat lahan tanaman jagung yang terkena dampak banjir bandang di Kabupaten Bonebol seluas 118,6 Hektar. Di Kecamatan Suwawa Timur lahan jagung yang rusak seluas 11,5 Hektar, Suwawa Tengah 14,75 Hektar, Suwawa 10,5 Hektar, dan Suwawa Selatan 47,55 Hektar. Kerusakan tanaman jagung juga terjadi di Kecamatan Kabila seluas 16,2 Hektar dan Botupingge 18,05 Hektar.

Sementara itu, Kepala BPBD Bone Bolango, Gagarin Hunawa, membenarkan kejadian ini, Sementara Bupati Bone Bolango, Hamim Pou, langsung mengambil tindakan cepat untuk menangani bencana banjir di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango itu. Dirinya langsung menurunkan tim yang terdiri dari BPBD, Tagana dan PMI Bone Bolango.

Semoga bencana ini cepat berlalu agar olah tanam akan pulih. Melihat semangat di mata petani saya yakin dengan pulihnya olah tanam dapat meningkatkan penghasilan bagi petani serta meningkatkan hasil produksi, pasokan pangan tetap terjaga dan terkendali ucap Izran”. Sesuai dengan arahan Mentan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, terjaminnya ketersediaan pangan merupakan upaya penting dalam masa pandemi Covid 19 saat ini. Menurutnya, pasokan cukup dan harga terjangkau sangat penting untuk menjaga stabilitas pangan demi memenuhi kebutuhan 267 juta rakyat Indonesia.