Gorontalo, Muhammad  Nasrudin Isa menyerahkan bantuan paket saprodi pengembangan pekarangan program Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative merupakan pendanaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri (PHLN) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD).

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bantuan kepada para petani di masa pandemi covid-19 saat ini nantinya akan berbentuk sarana produksi (saprodi) pertanian seperti benih, pupuk, dan obat-obatan. Bantuan yang dikucurkan bukan dalam bentuk uang tunai.

Kementerian Pertanian terus berupaya agar ketersediaan pangan aman di masa pandemi seperti saat ini. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan bahwa bahan pokok nasional masih dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami memastikan bahan pangan pokok tidak bersoal, hal itu dibuktikan dengan kita melewati akhir tahun dengan tidak mengalami kenaikan harga yang terlalu tinggi, itu sebagai bentuk komitmen Kementan”, Ujar Mentan.

“Pertanian tidak boleh berhenti, olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup orang banyak”, sambung Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam mencapai tujuan dan arahan Menteri Pertanian, Program READSI mendorong petani sasaran terus produktif ditengah wabah global seperti saat ini. READSI berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani sasaran. Lewat pemantauan maupun pelatihan dengan mematuhi protocol di bawah dari Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten setempat.

Penyerahan bantuan pemkab melalui Dinas Pertanian, Gorontalo berlangsung di lahan desa Ambara kecamatan Dungalio, Senin (24/05/2021).

Penyerahan bantuan secara simbolis tersebut turut dihadiri DPMO, PPL, KBP, ketua Poktan dan anggota poktan KWT Bangkit Bersa.

“Jenis bantuan tersebut, jelas Fasiltator Desa, berupa benih sayur-sayuran, Polybag, Pupuk Urea, Pupuk organik dan beberapa jenis lainnya.ujarnya”.

Kasie penyuluhan  Bapak Nasruddin Isa sebagai Manager READSI menyampaikan bahwa  Paket saprodi yang telah di serahkan hari ini harus digunakan segera dan tidak untuk diperjual belikan, banyak harapan dari dinas pertanian dengan  adanya bantuan dari program ini Antara lain, Adanya Peningkatan kualitas hidup petani sehingga menjadi lebih sejahtera khususnya yang tergabung dalam kelompok dan mendorong peningkatan gizi rumah tangga tani serta dapat membantu kebutuhan harian rumah tangga tani.

Disamping itu dampingan program akan terus dikawal oleh teman teman PPL dan Fasiltator Desa. Apapun yang jadi hambatan dan keluhan tolong disampaikan kepada PPL atau Fasilitator Desa.

Kelompok wanita tani terlihat sangat senang menerima bantuan ini apa lagi sedang merebaknya pandemi Covid-19 yang meluluhlantakan perekonomian masyrakat, untuk itu KWT akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin agar program ini juga berhasil ucap,”anggota petani.

Kelembagaan Poktan harus lebih di optimalkan , mulai dari Simpanan kelompok, pertemuan rutin bulanan, dan Kegiatan lain yg bisa menambah penghasilan seperti menjual hasil panen untuk tambahan penghasilan ujar,”  Zepri Uno sebagai Fasiltator Desa.