Gorontalo – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo membenarkan bahwa Kementerian Pertanain mendorong semua kegiatan yang berhubungan dengan ketersediaan pangan. Kementan juga mendorong percepatan tanam dan pemaksimalan lahan produktif.

“Saya pastikan ketersediaan pangan sampai akhir tahun aman, karena bangsa kita tetap harus makan. Covid-19 memang berbahaya, tapi lewat ketersediaan pangan dan patuhi protokol Kesehatan kita bisa cegah”, tegas SYL.

Dalam mendukung arahan Mentan untuk memastikan ketersediaan pangan, READSI memberikan dukungan dalam bentuk sarana produksi pertanian bagi petani sasaran READSI.

“Paket saprodi READSI Tahun Anggaran 2020 diserahterimakan dalam tiga tahap Tahap pertama dan kedua pada (7/11) sebanyak 4 kelompok tani dan pada tahap ketiga (24/11) sebanyak dua kelompok tani” ujar Zepri Uno.

Bulan November bulan penuh berkah untuk para petani di Desa Ambara Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo yang menjadi sasaran Program READSI. Bertepatan dengan musim Penghujan, dilakukan penyaluran paket saprodi program READSI yang diserah terimakan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian bersama Tim DPMO Readsi Kabupaten Gorontalo  Kepada  masing-masing anggota poktan.

untuk Poktan Jagung menerima paket benih unggul, pupuk padat, pupuk cair, pestisida, herbisida dan fungisida, sedangkan poktan cabai juga menerima paket serupa, tanpa benih” Zepri Uno, FD Desa Ambara

Hal ini atas permintaan petani cabai karena para petani cabai terbiasa mengunakan benih lokal yang khusus dan hanya ada di desa Ambara ini, benih ini merupakan benih unggulan yang menjadi produk lokal andalan para petani di Desa Ambara Kecamatan Dungaliyo Kabupaten Gorontalo. Ujar Zepri

Sumber: Zepri Uno, FD Desa Ambara Kabupaten Gorontalo