Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menuturkan bahwa kita harus bersyukur, dengan pandemic seperti sekarang namun keberadaan teknologi informasi, artificial intelegence, dan kecanggihan teknologi ini mampu mempertemukan kita semua. Mentan juga menegaskan serta mengingatkan jajaran Kementan untuk tidak menyandarkan ketersediaan pangan sedikitpun pada impor, demi kemandirian bangsa. “Urusan pangan 267 juta rakyat Indonesia tetap harus ditangani dengan baik. Impor memang bukan sesuatu yang diharamkan, tetapi tidak boleh kemandirian bangsa ini tersandera oleh hal itu. Kalau begitu, kita harus bekerja lebih keras. Petani harus dimotivasi dan tetap disemangati,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini.

Sesuai arahan Menteri Pertanian bahwa Indonesia harus menjadi negara mandiri pangan, oleh karena itu daerah sasaran READSI harus memaksimalkan dukungan yang diberikan demi menjaga keamanan ketersedian pangan. Arahan Mentan terkait perlunya sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, kemudian ke penyuluh dan petani sebagai ujung tombak dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai. Keterlibatan dan dukungan pemerintah daerah menjadi sangat besar dampaknya pagi petani di daerah secara langsung.

Dalam pertemuan virtual Bupati Gorontalo dan seluruh kepala dinas se-Kabupaten Gorontalo yang dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Mei 2020. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Gorontalo Rahmat Pomalingo, S.Hut, MH menyampaikan bahwa “Dinas Pertanian terus bekerja seperti biasa dan teman-teman petani semua kerja di lapangan dengan standar keamanan tentunya”. Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Gorontalo juga mendukung arahan Mentan untuk terus melakukan aktifitas pertanian, “target tanam jagung kami di bulan Mei sekitar 29.000 Ha, sampai sekarang sudah  24.000 Ha. Tanam padi sawah target 2000 Ha sekarang sudah 1800ha”, tegas Rahmat.

Dalam pertemuan virtual yang sama Bupati Kabupaten Gorontalo, Prof. Dr. Ir. Nelson Pomalingo, M.Pd  menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus mendukung pemerintah pusat termasuk kegiatan pertanian yang harus terus berjalan. “penanaman jagung dan padi khususnya harus menjadi perhatian, terus tanam bantu jaga ketersediaan pangan, karena daerah kita termasuk daerah lahan pertanian”, ujar Nelson. Bupati Gorontalo juga mengaskan bahwa, “program pinjaman luar negeri kita punya READSI harus dijalankan sungguh-sungguh, dijalankan sebaik mungkin agar sesuai peruntukan serta berguna bagi masyarakat pertanian di Kabupaten Gorontalo”.

Walau kegiatan pertanian harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protocol keamanan Kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19. “jangan lupa cuci tangan di air mengalir dan usahakan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.