Kolaka Utara, 10 Februari 2021– Sebagai upaya dalam memenuhi arahan langsung Presiden untuk memastikan ketersediaan pangan bagi 267 Juta penduduk Indonesia. Kementerian Pertanian, di bawah Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan pentingnya ketersediaan pangan di tengah pandemi seperti saat ini. SYL menekankan bagi seluruh Petani untuk memastikan produksinya tidak menurun. Dukungan pemerintah daerah sangat penting untuk menunjang ketahanan pangan regional dan nasional yang harus terus dijaga sesuai perintah Presiden RI.

“Walau di tengah pandemi tetap harus ada peningkatan luas tanam dan produktivitas sebagai upaya bersama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kita juga akan pastikan produksi bahan pangan pengganti nasi seperti jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan. Pertanian Indonesia tidak boleh melemah, harusnya meningkat. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh” kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mendukung penuh seluruh kegiatan yang berkaitan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dedi juga menuturkan bahwa pada masa pandemi Covid-19, pertanian menjadi sektor kunci setelah pendekatan secara medis.

Sebagai bagian dari Kementeria Pertanian, Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas.

Program READSI juga memberikan dukungan bagi kelompok tani padi dan jagung agar dapat meningkatkan produksinya sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan. Dimulai dari bimbingan lewat Sekolah Lapang (SL), temu lapang, sampai penyaluran sarana produksi dengan harapan meningkatkan pendapatan petani di wilayah sasaran

Kolaka Utara, merupakan salah satu wilayah sasaran READSI di Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Kabupaten Kolaka dan Konawe. Pada 10 Februari 2021, Bupati Kolaka Utara, Bapak Nur Rahman Umar ikut serta pada kegiatan panen jagung bersama dengan Kelompok Tani sasaran READSI di Desa Mataiwoi, Kecamatan Ngapa.

Dalam panen jagung tersebut, Bupati Kolaka Utara didampingi Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Manager READSI, Tenaga Ahli Pemberdayaan,, Kadis PMD, Kadis PU, Kadis PUPR, Kepala BKPSDM, Kepala BPS,  Asisten II, Kadis Kominfo, Camat Ngapa, Stake Holder PT. Mars, Kades Mataiwoi, Fasilitator Desa, Penyuluh Pertanian Pengurus Kelompok Tani, tokoh masyarakat, toko agama dan pegiat pertanian.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Syamsu Ridjal, melaporkan bahwa 3.125 petani  penerima manfaat Program READSI di  Kolut telah menerima bansos sarana produksi pertanian dengan jumlah total mencapai 7,5 M pada tahun 2020. Dengan harapan bahwa pada tahun 2021 ada peningkatan hasil produksi.

“Di lahan seluas 1,7 hektar tersebut kelompok tani Puncak Harapan yang sebelum mendapat bantuan READSI hanya mampu memproduksi jagung 7-8 Ton, sekarang hasil produksi memuaskan hingga 13 – 14 Ton setelah mendapat bantuan READSI. Semoga bisa memberikan semangat bagi poktan lain”, ujar Syamsu Ridjal.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kolaka Utara, Nur Rahaman mengapresiasi kelompok tani READSI yang turut serta mensukseskan program pemerintah di bidang pertanian khususnya program tanaman jagung. Dia berharap kelompok tani lainnya juga melakukan hal yang sama.

“Panen perdana ini sebagai awal, dan hanya Sebagian lahan. Hasil yang diperoleh para petani ini membuat kami bangga. Karena dengan meningkatnya hasil produksi menunjukkan dukungan READSI tepat guna dan saya berharap mampu mendukung program nasional menjaga ketersediaan pangan”tegas Bupati Kolaka Utara.