Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan bahwa, “Urusan pangan 267 juta rakyat Indonesia tetap harus ditangani dengan baik. Kegiatan pertanian harus tetap berjalan bagaimanapun kondisinya. Kalau begitu, kita harus bekerja lebih keras. Petani harus dimotivasi dan tetap disemangati,” tegas SYL.

SYL juga menekankan bahwa SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan SDM yang memiliki kualitas mengikuti perkembangan zaman. Pemerintah pusat akan terus berupaya memunculkan dan mensupport petani-petani milenial yang akan memberikan kemajuan dan inovasi untuk pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengaskan bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama namun kita tidak bisa mengesampingkan keahlian yang dimiliki SDM yang berperan dalam menentukan produksi pangan kedepannya”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini.

Selain memastikan ketersedian pangan nasional, Kementan juga akan memastikan kestabilan harga pangan, membangun buffer stock pangan utama di daerah di tengah pandemi.  Kegiatan padat karya pertanian, fasilitas pembiayaan petani melalui KUR dan asuransi pertanian, serta memperluas akses pasar melalui pengembangan toko tani dan usaha kemitraan juga menjadi hal yang akan dipantau secara langsung.

Dalam mendukung arahan Mentan, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian memiliki Program READSI yang hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten di wilayah yang masuk dalam kategori wilayah terluar, terdepan dan tertinggal. Dengan harapan bahwa daerah sasaran READSI dapat menerima manfaat sehingga meningkatnya kemampuan kelompok tani miskin dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan prioritas pembangunan mereka secara menyeluruh dan transparan sesuai dengan sumber daya yang dimilikinya serta peluang yang ada.

Dalam menjalankan kegiatan READSI diperlukan dukungan langsung dari pimpinan daerah agar hasilnya lebih terarah, lebih bersinergi dengan program di daerah, dan memberikan dampak luas serta bermanfaat bagi petani langsung. Bentuk dukungan tersebut seperti yang dilakukan Bupati Luwu yang secara resmi memberikan sambutan semangat dalam pembukaan kegiatan “Annual Meeting Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI)” di aula Kantor Bappelitbangda Kabupaten Luwu. Dalam sambutannya, Bupati Luwu mengatakan Sasaran Program READSI adalah petani, termasuk Petani miskin yang aktif dan memiliki sumberdaya (termasuk lahan, dan lain-lain) yang berpotensi untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan bantuan program READSI.

“Program READSI ini bertujuan memberikan pengetahuan, motivasi untuk lebih berkembang kepada para petani aktif yang nantinya bisa berkelanjutan sebagai “agen perubahan” untuk memotivasi petani lainnya terutama kelompok miskin untuk memperbaiki penghidupannya”, ujar H. Basmin Mattayang.

Menurut Bupati, di Kabupaten Luwu saat ini banyak petani yang memiliki lahan luas namun kehidupannya di bawah garis kemiskinan. Hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi, motivasi serta kepercayaan diri diberikan kepada para petani untuk lebih berkembang

“Para pendamping, penyuluh maupun fasilitator itu harus menjadi garda terdepan dalam memberikan semangat dan motivasi kepada para petani kita, harus punya wawasan yang kuat dan agresif. Mari kita bangun semangat gotong royong. Banyak hal- hal yang bisa meningkatkan penghasilan per kapita di daerah kita ini, seperti memanfaatkan lahan rumah tangga, sebagamaimana beberapa bulan lalu kita telah membuat gerakan serentak untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran, buah dan tanaman apotik hidup. Olehnya itu, saya berharap para pengelola program ini dapat menciptakan etos kerja, memberikan motivasi kerja, dan bangun rasa optimisme bagi para petani untuk lebih berkembang”, tegas H. Basmin Mattayang.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Albaruddin Andi Picunang melaporkan bahwa pelaksanaan Program READSI telah memasuki tahun kedua dari 5 tahun perencanaan pelaksanaan program

Annual Meeting dilaksanakan sebagai forum sikronisasi bagi masing-masing pengelola program baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga di tingkat desa sesuai program yang telah ditetapkan, dimana bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan petani, memberdayakan rumah tangga petani, baik secara kelompok maupun individu. Program READSI telah dilaksanakan di 6 kecamatan dimana masing-masing kecamatan terdiri dari 3 desa yang menjadi Lokus program”, kata Albaruddin

Kegiatan Annual Meeting dirangkaikan pula pemberian bantuan sosial kepada Kelompok Tani Pandoso Campa (komoditi Padi) senilai Rp.60,27 Juta, Kelompok Tani Awal Karya dengan (Komoditi Kakao) senilai Rp.125 Juta, Kelompok Tani Salubone II (Komoditi Jagung) senilai Rp, 60,996 Juta, Kelompok Tani Babang II (Komoditi Cengkeh) senilai Rp.18,4 Juta, Kelompok Tani Buntu Sappang (Komoditi Buah-buahan) senilai Rp.25 juta dan Kelompok Tani KWT Sakura (Komoditi Pekarangan) senilai Rp.25 juta

Kegiatan pertanian memang harus berjalan, namun Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protokol keamanan Kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19. “jangan lupa cuci tangan di air mengalir dan usahakan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.