Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa, ”kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti bagaimanapun keadaannya”. Mentan juga menjelaskan bahwa stok beras untuk 34 provinsi aman sampai hari raya, didukung di akhir bulan April-Mei beberapa daerah akan masuk masa panen.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi.

Dalam mendukung visi Kementerian Pertanian “Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”, Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling up Initiative (READSI) memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran di 342 Desa, 18 Kabupaten yang terdapat di 6 Provinsi. Dengan tujuan utama yakni membantu mewujudkan visi Kementan lewat 4 komponen utama program. Diantaranya, Pengembangan Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan, Peningkatan Pelayanan Pertanian, Penyediaan Saprodi dan Pemasaran, Policy (Kebijakan), dan Dukungan Pengelolaan Program yang diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani. Dalam mewujudkan tujuan diatas READSI memberikan pelatihan bagi penyuluh dan sekolah lapang bagi petani sasaran.

Pada hari Kamis, 14 Mei 2020 Bupati Luwu Timur, Ir. H. Muhammad Thoriq Husler turun langsung memantau panen raya padi Kelompok Tani Cendana IX, Desa Lera Kecamatan Wotu. Kelompok Tani Cendana IX adalah salah satu kelompk tani sasaran READSI di Kabupaten Luwu Timur. Panen perdana yang dilakukan dilahan milik bapak Syarifuddin dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pertanian Amrullah Rasyid S.Pd. MM, Anggota DPRD Luwu Timur ibu Heryanti Harun, Camat Wotu Bapak Irawan Ali.

“Kita patut bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, meski di tengah Pandemi Corona, Panen gabah kali ini hasilnya sangat memuaskan, rata-rata per Hektar mecapai 8 ton. Dengan hasil panen yang melimpah ini, saya yakin stok pangan Luwu Timur akan lebih dari cukup, mudah-mudahan hasil kali ini dapat menjadi penyangga pangan bagi Pemerintah Provinsi Sulsel” kata Husler pada panen serentak dengan petani di Desa Lera Kecamatan Wotu di lahan seluas 29 Hektar, Kamis (14/5/2020).

Ketua kelompok tani Cendana IX Syarifuddin mengungkapkan rasa syukur dengan peningkatan hasil produksi pasca mendapatkan pendampingan dari READSI berupa sekolah lapang. “syukur alhamdulillah dengan adanya program READSI pada musim panen kali ini hasil panen meningkat dari musim sebelumnya, untuk hasilnya dilahan saya seluas 2.60 ha hasilnya 19.080 Ton”, tegas Syarifuddin.

“Kami pemerintah daerah Luwu Timur sangat berharap dari sektor pertanian terutama padi agar selalu menunjukkan hasil yang maksimal di setiap musim panennya,  dan kami berterimah kasih kepada pemerintah Desa Lera dan para kelompok tani khususnya penerima program READSI untuk menyediakan stok pangan aman di tengah wabah Covid-19”, lanjut Husler.

Di tengah wabah seperti sekarang walau kegiatan pertanian harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, terlebih petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “panen, tanam, harus tetap dilakukan tapi tetap ikuti protocol keamanan, jangan lupa cuci tangan, jaga jarak, pakai masker serta konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar dapat meningkatkan daya tahan tubuh, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, ujar Bustanul