Dalam setiap kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa “pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti walaupun di tengah pandemi global Covid-19”. Begitu pula dengan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan petani dan berdampak pada ketersediaan pangan nasional. Percepatan tanam menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan di beberapa bulan ke depan. “Kegiatan percepatan tanam, olah lahan dan panen harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, demi menjaga ketersediaan pangan nasional kedepannya”, Tegas Mentan.

Pernyataan Mentan terkait kegiatan yang harus berjalan didukung penuh oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang menyatakan bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan dapat mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian yang langsung berdampak pada ketersediaan pangan.

Dalam mendukung visi Kementerian Pertanian “Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”, READSI memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran di 342 desa, 18 Kabupaten yang terdapat di 6 Provinsi. Dengan tujuan utama yakni membantu mewujudkan visi Kementan lewat 4 komponen utama program. Di antaranya, Pengembangan Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan, Peningkatan Pelayanan Pertanian, Penyediaan Saprodi dan Pemasaran, Policy (Kebijakan), dan Dukungan Pengelolaan Program yang diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Pada hari Selasa, 2 Juni 2020 Bupati Luwu Utara Ibu Hj. Indah Putri Indriani, S.IP, M.Si melakukan kunjungan kerja ke kantor Balai Penyuluhan Pertanian kecamatan Malangke Barat dalam rangka penyerahan bantuan bibit Jagung, Kakao dan Alsintan (2 Alsintan Pemipil Jagung) secara simbolis kepada 55 kelompok tani di Kecamatan Malangke Barat. Pada kesempatan tersebut hadir pula Anggota DPRD Dapil III Bapak Amir Mahmud, SH dan  Muhammad Ibrahim S.Sos., Kepala Dinas TPHP Ir. Rusydi Rasyid M.Si. dan Kepala DKP Ir. Alauddin Sukri, M.Si. Pada kesempatan tersebut hadir pula Camat Malangke Barat.

Bupati Indah menekankan pentingnya menjaga ketersediaan pangan masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19 tanpa mengesampingkan protokol kesehatan. Ditambah harus mempersiapkan diri dalam menghadapi musim kemarau panjang menurut prakiraan BMKG. Bupati Luwu Utara turut menyampaikan arahan Menteri Pertanian dalam virtual meeting bersama para Gubernur & Bupati beberapa waktu yang lalu untuk segera melalukan percepatan tanam pada komoditi padi dan jagung. Menyusul prakiraan BMKG awal musim kemarau akan terjadi di awal bulan Juli. Untuk itu, ketersediaan pangan menjadi perhatian lebih agar tetap terjaga ketersediannya, pertanian tidak boleh berhenti walau ditengah Covid-19.

“Saya sangat mengapresiasi program READSI yang ada di Luwu Utara dimana mampu menjaga dan meningkatkan ketersediaan pangan ditengah merebaknya Covid-19 utamanya ketersediaan pangan seperti sayuran, padi, jagung dan komoditi perkebunan seperti Kakao. Yang tidak kalah penting adalah READSI tingkatan peran petani wanita dalam KWT”, Ujar Indah.

Bupati Indah juga menyoroti kolaborasi Fasilitator di tiap desa sasaran READSI dengan Penyuluh pertanian yang dinilai sudah menampakan hasil walaupun masih butuh dukungan dan sedikit penysuaian. “Saya berharap teman teman fasilitator desa agar lebih bersemangat dalam melakukan pendampingan pada kelompok sasaran. Kolaborasi  dalam mensukseskan program READSI menjadi perhatian dan sangat diperlukan antara pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat”, tegas Indah.

Walau Mentan menegaskan bahwa kegiatan pertanian harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, terlebih petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “panen, tanam, harus tetap dilakukan tapi tetap ikuti protocol keamanan bagi kesehatan, jangan lupa cuci tangan, jaga jarak, pakai masker serta konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, ujar Bustanul