KUPANG – Kementerian Pertanian menggenjot kemampuan literasi keuangan petani di zonasi program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI). Kemampuan literasi petani pun dijamin semakin matang.

Sebab, READSI sudah menyiapkan mentor-mentor terbaiknya. Mereka terdiri para Widyaiswara yang dilatih secara khusus di Ciawi, Jawa Barat, beberapa waktu silam.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan penguasaan kemampuan keuangan menjadi kebutuhan penting petani. Sebab, usaha tani pertanian menggunakan modal berupa uang. Jadi, kalkulasi harus detail guna meminimalkan potensi risiko yang muncul.

“Masalah keuangan bisa berdampak kepada kurangnya perencanaan keuangan petani dan bagaimana mengelola keuangan usaha tani,” tutur Mentan SYL.

Ia berharap, semua stakeholder dapat bekerja keras agar KUR Pertanian bisa terus diserap oleh petani.

“Kita lakukan berbagai konsolidasi-konsolidasi yang memungkinkan untuk mengefektifkan KUR itu mulai dari hulu, di pengolahan atau pasca sampai dengan marketnya,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluhan pertanian dan fasilitator desa harus mandiri serta modern dalam menjawab tantangan demi mendukung pembangunan pertanian.

“Seperti mampu meningkatkan stok pangan bagi seluruh negeri, memperoleh permodalan lewat KUR dan  meningkatkan kesejahteraan petani hingga ekspor,” katanya.

Dedi mengatakan, tujuan pertanian saat ini yakni mencukupi kebutuhan pangan bagi 273 juta jiwa, Ini semua dapat terwujud apabila produktivitas pertanian meningkat.

“Produktivitas, Kualitas dan Kontinuitas tidak kalah penting serta Sumberdaya Manusia Pertanian yang handal dengan menggunakan teknologi sehingga harga produk dapat bersaing di pasar internasional,” tambah Dedi.

Dalam upaya mencapai tujuan pertanian tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang menyelenggarakan Training of Trainer Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh angkatan 17 dan 18, 25 – 29 Januari 2022. Sebelumnya BBPP Batangkaluku juga telah melaksanakan  Angkatan  1 – 13.

Kegiatan yang dibuka Kepala Kepala BBPP Kupang, Bambang Harianto. Dalam arahannya ia menyampaikan bagi peserta untuk serius dalam menjalankan pelatihan ini.

“BBPP Kupang dipercayakan untuk menyelenggarakan pelatihan ini oleh karena itu kita akan memanfaatkan momen ini untuk benar-benar komitmen untuk  bersama agar pelatihan Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh ini berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya. Semangat untuk semuanya selamat menjalani kegiatan pelatihan dengan baik dan tertib sampai selesai,” katanya.

Pelatihan ini juga sebagai wujud dukungan terhadap pentingnya mencapai tujuan pertanian agar meningkatkan pendapatan di sektor pertanian sehingga taraf hidup juga meningkat secara berkelanjutan.

Sebanyak 424 peserta yang berasal dari 11 Kabupaten mengikuti kegiatan pelatihan ini secara offline di BBPP Batangkaluku dan BBPP Kupang dengan tetap menaati prosedur Kesehatan yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan agar pelatihan ini berjalan lancar dan baik hingga akhir kegiatan.