Pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020 menyatakan bahwa Corona Virus Desease (Covid-19) telah menjadi pandemi global. Sejak laporan pertama Tiongkok pada akhir Desember 2019, Covid-19 telah menyebar ke hampir seluruh negara di dunia. Termasuk Indonesia, data terbaru pada 13 April menurut keterangan juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto yang menyebutkan bahwa pasien positif sebanyak 4.557 pasien positif, sembuh 380, dan meninggal 399 kasus.

Sampai saat ini perusahaan-perusahaan bio-teknologi dunia masih berupaya mengembangkan vaksin untuk penderita Covid-19. Beruntung Indonesia dengan keanekaragaman sumber daya alam yang dimilikinya, salah satunya tanaman rimpang dan obat atau familiar dengan nama jamu-jamuan di masyarakat. Belum ada penelitian yang menyatakan bahwa jamu-jamuan dapat menyembuhkan virus tersebut. Namun jamu-jamuan seperti jahe, kunyit, dan temulawak  baik untuk menambah daya tahan tubuh, ditengah harga vitamin dan suplemen melambung tinggi ditengah pandemi.

Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pencegahan penyebaran virus ini, lewat anjuran untuk perilaku hidup bersih dan sehat dan menjaga jarak fisik. Peran aktif pencegahan virus juga dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Kita di desa Latowu, Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara yang termasuk desa sasaran Program READSI. Pada 15 April 2020, ketua kelompok bersama beberapa anggota serta fasilitator desa dan penyuluh pertanian membuat ramuan jamu untuk aparat desa dan pegawai kesehatan di posko relawan Covid-19 desa Latowu. Bahannya mudah dan kebetulan ada di pekarangan kelompok, hanya kunyit, temu lawak, jahe merah, sereh dan gula merah yang di geprek lalu dimasukan ke air yang sudah masak, jelas Murniati.

Adriana Buangin selaku fasilitator desa Latowu mengaku senang dapat mendampingi kelompok tani ditengah pandemi ini. Seperti yang bu Murniati jelaskan bahwa prosesnya sangat mudah, bahan-bahannya juga tersedia di pekarangan kelompok, tetapi manfaat nya sangat baik untuk menambah daya tahan tubuh. Ini membuktikan peran kwt dalam masnyarakat, tidak hanya untuk menambah penghasilan keluarga, petani wanita juga bisa bermanfaat untuk desa, tegas Adriana. Aparat desa mengapresiasi kegiatan bagi-bagi jamu tersebut, tidak terkecuali tenaga medis Puskesmas Latowu yang merasa senang ketika menikmati hasil buatan jamu dari poktan Harapan Kita.