Pandemi Covid-19 yang tengah mewabah di hampir seluruh dunia, termasuk negara Indonesia. Masalah pangan menjadi perhatian ditengah wabah ini. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam tiap kesempatan selalu memastikan ketersedian bahan pokok di pasaran. Mentan juga menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti di tengah pandemik. Karena sektor pertanian memegang peran penting dalam stabilitas negara di tengah wabah Covid-19 ini.

Menyusul arahan Mentan, Kepala Badan BPPSDMP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr juga mendorong agar setiap kegiatan pertanian tetap berjalan. Karena Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi besar sektor pertanian, adanya wabah ini justru pertanian harus makin digenjot karena masyarakat membutuhkan pangan. “Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, terutama pasca panen dan olahannya. Ini membuktikan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang memiliki peluang yang sangat besar”, ujar Dedi.

Semangat dalam bertani di tengah pandemi ditunjukkan oleh salah satu kelompok tani sasaran Program READSI di Gorontalo. Pada Senin 20 April Tahun 2020, Kelompok Tani Alo 1, Desa Buhu, Kecamatan Tibawa, melakukan penanaman Jagung Varietas JH-27 dengan luas lahan 1 Ha menggunakan sistem jajar legowo.

Penyuluh Pendamping Program READSI Desa Buhu, Risna Dunggio menuturkan “Kami sebagai penyuluh tetap optimis mendampingi dan memberikan pelayanan kepada petani secara langsung maupun lewat komunikasi jarak jauh, petani tetap bersemangat melakukan usaha taninya karena merupakan mata pencarian utama dan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional”, tambah Risna.

Meskipun kegiatan pertanian terus harus dijalankan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M selalu meningatkan pentingnya mengikuti protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “tetap waspada dan patuh terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas, kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian di tengah pandemi Covid-19 saat ini”, jelas Bustanul.

#kaliandirumahaja

#kamitetapmenanam

#panganuntuknegeri