Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyerukan, ”kegiatan pertanian tidak boleh berhenti, karena kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh tertunda apalagi berhenti bagaimanapun keadaannya menyatakan bahwa. Mentan juga menjelaskan bahwa stok beras untuk 34 provinsi aman, lalu di akhir bulan Maret-April akan panen lagi, kemudian Sebagian daerah masuk musim tanam kedua.

Begitu pula kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi.

Program READSI mendukung arahan Mentan dan Kepala Badan PPSDMP untuk terus melakukan kegiatan pertanian di kelompok tani sasaran. Dukungan bagi petani sasaran tidak berhenti ditengah pandemik seperti sekarang ini. Salah satunya adalah dukungan bagi petani padi di Desa Lantapan Kecamatan  Galang, Kabupaten Tolitoli. Pada hari Kamis, 7 Mei 2020 Manager READSI Tolitoli dan Deputy Manager, bersama Penyuluh Pertanian, FD dan Tenaga ahli pemberdayaan turut mendukung secara langsung kegiatan tebar benih di lahan Ruslan salah satu anggota kelompok Padi Harapan Baru.

Andi Agus Salim selaku Manager kabupaten menyatakan perlunya dukungan pemerintah setempat bagi para petani di wilayahnya. Terlebih arahan langsung Bapak Presiden untuk Kementan memastikan ketersediaan pangan nasional di tengah pandemi. “kami turun langsung sebagai bentuk dukungan bagi petani kita dalam bagian menjaga ketersedian pangan“, tegas Andi.

Dukungan langsung sangat baik bagi petani di tengah wabah seperti sekarang ini. Karena petani merupakan pejuang garis depan dalam menjamin ketersediaan pangan nasional. Pemilik lahan, Ruslan mengaku senang dan termotivasi dengan dukungan dari pemerintah kabupaten Tolitoli yang merupakan daerah sasaran program READSI. “sesuai Namanya Harapan Baru, kelompok ini berusaha terus untuk tetap bercocok tanam karena sudah ada beberpan kali sekolah lapang READSI. Dilahan 4 Ha kita menggunakan beberapa jenis benih, diantaranya benih mikongga, ciherang, dan inpari”, jelas Ruslan.

Namun arahan untuk tetap mengikuti protokol Kesehatan terus digalakkan, Sesuai dengan arahan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, termasuk petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. “jangan lupa cuci tangan dan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, tegas Bustanul.