Selasa, 7 Juli 2021 Wakil Bupati Kabupaten Sambas Fahrur Rofi menyempatkan hadir di acara panen raya di Desa Mulia, Kecamatan Teluk Keramat. Bersama Kadis Pertanian Yayan Kurniawan, Anggota DPRD Sambas bapak Nandes, Kades Desa Mulia Bapak Ratmaka, Koordinator BPP teluk Keramat  Dadang Suhendar  dan Kapolsek Teluk Keramat.

Kegiatan panen raya tersebut sesuai arahan Komando Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang mendorong pemerintah daerah dalam upaya memastikan kebutuhan pangan bagi seluruh penduduk Indonesia.

“Pertanian punya peran penting dalam memastikan kebutuhan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia. Amanah ini disampaikan oleh bapak Presiden untuk mengawal ketahanan pangan nasional. Pertanian dapat menjadi sektor yang memberikan dampak pada kepentingan ekonomi nasional. Pertanian adalah sektor strategis dan salah satu pilar kekuatan negara”, tegas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), juga membenarkan bahwa sektor Pertanian mampu menjadi penggerak ekonomi bangsa.

“Pertanian harus kuat, petani harus sejahtera, ketersedian pangan yang utama. Pertanian harus Maju, Mandiri dan Modern. Tidak bisa dikesampingkan Kerjasama Pemerintah Pusat sampai level desa sangat penting, pertanian harus maju terus”, tegas Dedi.

Dalam mencapai tujuan menjaga ketahanan pangan nasioanl, Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI)  menyasar petani kurang mampu di 6 Provinsi (Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara) dan 18 Kabupaten di dalamnya.

Dengan tujuan utama Program adalah meningkatkan hasil pertanian yang mana akan mempengearuhi penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran program. Selain itu Program READSI juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani serta mendorong keterlibatan Wanita tani dalam kegiatan tani. Selain itu, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas adalah tujuan dari program.

Kegiatan pemberdayaan kelompok tani dimulai dari Sekolah Lapang, penguatan organisasi kelompok, pemberian saprodi , bantuan alsintan sampai perbaikan infrastruktur sederhana. Fasilitator Desa Mulia, Fitriyandi menuturkan bahwa Program READSI membangkitkan semangat petani di Desa Mulia,

“Bersama Penyuluh Pertanian, Dadang Suhendar kami mendampingi kelompok sasaran READSI, dengan harapan meningkatnya kesejahteraan tani. Hari ini petani lebih semangat karena ada panen raya yang dihadiri wakil bupati”, jelas Fitriyandi.

Dengan dampingan Program READSI, Petani berharap ada peningkatan produksi di lahannya. Para petani menuturkan bahwa dukungan para pejabat dan pemerintah desa sangat berarti bagi mereka.

“Benar kami bersyukur dengan adanya dampingan Program READSI di Desa Mulia ini. Ditambah hari ini panen di apresiasi pa wabup, padahal luas lahan yang saya kelola hanya 1 Ha, tapi berbarengan dengan lahan kelompok lain”, jelas Jeharudin selaku ketua poktan Sumber jaya.