Syahrul Yasin Limpo (SYL), selaku Menteri Pertanian mamastikan bahwa pertanian tidak boleh berhenti walau ditengah wabah seperti sekarang ini. Mentan juga memastikan ketersediaan 11 komoditas bahan pokok yang dikawal pemerintah secara intens. Kesebelas bahan pokok antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar. Kemudian ada juga cabai rawit, daging sapi/daging kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng. “Ini perintah Bapak Presiden untuk kita semua bahu-membahu, Kementan Bersama mitra kerja siap memastikan stok bahan pokok aman  ditengah wabah covid 19”, tegas Syahrul. Mentan juga mendorong semua tingkatan untuk tetap bekerja mendampingi petani sebagai ujung tombak dalam menjamin ketersediaan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsyi menyatakan bahwa “masalah pangan adalah masalah yang serius juga sangat utama dan menentukan hidup matinya suatu bangsa”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian, terutama kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini.

Selain bahan pokok utama seperti beras dan jagung, bahan lain seperti cabai dan bawang juga merupakan bahan pendamping utama yang perlu dijaga ketersediannya. Di tengah pandemi, READSI tetap memberikan dukungan bagi petani di wilayah sasaran lewat fasilitator desa. Karena salah satu komponen READSI adalah Pengembangan Mata Pencaharian di Perdesaan, dengan sub komponen promosi perbaikan gizi. Oleh karenanya, READSI sangat mendorong keterlibatan perempuan dalam kelompok sasaran program. Dengan harapan meningkatnya peran serta produktivas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan pencari nafkah (tambahan maupun utama). Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian perbaikan gizi keluarga.

Bentuk dukungan READSI bagi perempuan salah satunya lewat pendampingan dari fasilitator desa Sumber Harum yang mendukung KWT Mawar untuk memasarkan hasil panen yang berasal dari kebun kelompok. Pemasaran hasil kebun kelompok dilakukan di depan kantor Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara.  Nur Kayadi selaku fd mengaku senang dapat mendampingi kwt Mawar. “saya fd yang mendampingi kwt mawar desa sumber harum kecamatan mappedeceng, hari ini setelah dapat izin kami langsung memasarkan beberapa hasil panen di kebun kelompok, ada tomat 300kg, cabai sekitar 25 kg dan mentimun 80 kg”, tegas Nur Kayadi. Menurut Nur Kayadi kedepannya harus ada pembahasan serius antara READSI dan DPMO Kab Luwu Utara untuk mencarikan mitra pemasaran.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya selalu mengingatkan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga lewat protocol keamanan Kesehatan dalam penanganan penyebaran Covid-19. “jangan lupa cuci tangan di air mengalir dan usahakan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar meningkatkan imunitas tubuh kita, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.