POHUWATO – Sebagai upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian, Rabu 04/11/2020 Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato aktif dalam penyaluran bantuan Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) ujar Manager READSI Kabupaten Pohuwato Bapak Made Dapros, pihaknya menganggarkan Saprodi untuk para Petani. Dana yang digunakan tentunya bersumber dari pendanaan melalui Program READSI dengan mekanisme ‘’On Granting”, Kabupaten menggunakan APBD selanjutnya akan dilakukan penggantian dana oleh pusat melalui Kementerian Keuangan.

Pembagian Saprodi juga berdasarkan RUA dan RUK dari kelompok tani merujuk kepada kebutuhan yang di perlukan berupa Benih, Pupuk, Herbisida, Insektisida dan Fungisida. Pembagian Saprodi melalui verifikasi kelompok tani terlebih dahulu. Untuk Kecamatan Dengilo ada 3 desa penerima saprodi berjumlah 21 kelompok tani yaitu Padi Sawah 5 kelompok, Jagung 8 kelompok, cabe 2 kelompok, pekarangan 5 kelompok dan Kelapa 1 kelompok.

Menurut Tenaga Ahli Pemberdayaan Bapak Suji Harianto, Kabupaten Pohuwato sendiri sudah menyalurkan saprodi 110 kelompok  dari 126 kelompok yang ada dengan dana mencapai Rp.5.600.000.000 menyisakan 16 kelompok perkebunan. Saprodi yang sudah di bagikan ke kelompok akan segera di bagikan ke anggota agar dapat mengejar musim OKMAR untuk padi sawah. Sesuai arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya ketersediaan pangan di tengah pandemi seperti saat ini dan harus dilakukan percepatan.

Fasilitator Desa dan Penyuluh Pertanian yang mendampingi kelompok tani berharap dengan adanya bantuan Sarprodi yang diberikan secara gratis kepada masyarakat yakni, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil tani. Selain itu, Dinas Pertanian juga berharap agar ke depan para petani bisa menjalankan usaha mereka secara mandiri. Pembagian bantuan Saprodi untuk kelompok tani juga sebagai bentuk menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Direktur Program READSI Bustanul Arifin Caya, juga menyampaikan di tengah pandemi ini kita semua berharap tetap mengikuti protocol Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga kesehatan juga konsumsi makanan yang bergizi. tenaga kontrak harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan berperan menghasilkan sumber daya pertanian yang mandiri.