Parigi Moutong– Menteri Syahrul Yasin Limpo meminta semua pihak untuk memberi dukungan kepada pertanian.  “Dalam menghadapi Covid-19 kita bisa jaga jarak, bisa pakai masker, dan minum vitamin, tapi tanpa pangan bisa lebih berbahaya. Tanpa pangan tidak ada imunitas untuk melawannya. Tanpa pangan bisa terjadi kelaparan dan itu jauh lebih berbahaya,” tegas SYL

Wakil Bupati Parigi Moutong Bapak Badrun Nggai, SE dalam kunjungan kerja ke beberapa desa di kecamatan Mepanga. Kunjungan yang dilakukan tak lain ingin melakukan silaturahmi dan juga berdiskusi dengan aparat desa mengenai Program READSI yang ada di desa tersebut. Pertemuan tersebut diadakan di kantor Camat Mepangga Desa Meranti, dalam sambutan beliau menyampaikan bahwa Kepala Desa harus mengetahui dengan benar apa tujuan Program READSI itu, Kepala Desa juga harus mengetahui dan memantau kegiatan apa saja yang dilakukan oleh kelompok. Begitupun dengan UPT penyuluhan harus selalu memantau kegiatan kelompok READSI agar Program READSI ini didapatkan manfaatnya sepenuhnya untuk petani.

Program ini sangatlah baik dan sangat membantu masyarakat mengingat masih banyaknya keterbatasan pemerintah daerah dalam hal pembiayaan. Kemampuan fiskal daaerah sangat terbatas untuk membuat program yang inovatif khususnya bagi Petani. Sementara itu, Wakil Bupati sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan Program READSI di Kabupaten Parigi Moutong seperti anjuran Menteri, mengingat Bupati ingin mengangkat perekonomian Petani miskin sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan taraf hidupnya di tengah pandemi.

Melalui Program READSI, Kabupaten Parigi Moutong  mendapat anggaran penerusan hibah sebesar Rp. 15 Miliar selama 5 tahun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung program pengentasan kemiskinan di sektor pertanian melalui program pemberdayaan Petani yang terintegrasi.

Yanti Salah satu Fasilitator Desa menambahkan bahwa pendampingan selama ini setidaknya sudah membuahkan hasil yang positif dimana kelompok Sayur Sehat dan kelompok Kemangi Indah sudah memiliki simpanan kurang lebih Rp.1.787.000 serta telah memanfaatkan pekarangan yang awalnya tidak termanfaatkan untuk melakukan olah tanam.

Sesuai dengan arahan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M selaku Direktur READSI yang berpesan agar seluruh tim dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan selalu mematuhi protokol Covid-19. “jangan lupa mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat menambah daya tahan tubuh, kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian di tengah pandemi Covid-19 saat ini”, tegas Bustanul.