Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengatakan bahwa Fasilitator Desa harus bekerja luar biasa bersama penyuluh pertanian untuk bisa memetakan komoditas strategis di sektor pertanian di wilayahnya yang kemudian akan mendorong peningkatan produktivitas serta menghasilkan komoditas berkualitan ekspor .  Hal ini disampaikan Bustanul Arifin saat memberikan arahan kepada 60 orang Fasilitator Desa dari program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) pada acara Peningkatan Kapasitas bagi Fasilitator Desa se- Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan di Makasar (Selasa,17/12/19)

Lebih lanjut Bustanul mengatakan bahwa tugas Fasilitator Desa sangat penting dalam program READSI, karena Fasilitator Desa harus mampu menggerakan dan memberdayakan petani di wilayahnya. “Target kita dengan adanya program READSI, 20% petani di wilayah READSI dapat meningkat kesejahteraannya. Untuk mencapai target tersebut, Fasilitator Desa harus menjaga kejujuran, bekerja keras dan serius dalam bekerja” ujar Bustanul.
Kemudian Bustanul juga menyampaikan bahwa Fasilitator Desa harus bersifat milenial. Ciri milenial ditandai bagaimana Fasilitator Desa  dapat memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang dan terus bergerak maju di dunia pertanian. “Hampir Semua informasi terkait sektor pertanian ada di internet, dan saat ini kami dari Pusat Pelatihan Pertanian telah menyediakan fasilitas pelatihan E-Learning bagi pelaku di sektor pertanian.  Fasilitatir Desa bisa mengikuti pelatihan yang dipilihnya tanpa harus meninggalkan tugasnya di desa. Manfaatkan dan ambil ilmu yang sebanyak-banyaknya untuk bisa ditransfer ke petani di wilayahnya,” ungkap Bustanul.

Dalam akhir sambutannya Bustanul juga meminta agar Fasilitator Desa ikut berkontribusi dan mengambil peran dalam program strategis Kementerian Pertanian yaitu Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI). Program ini akan menggerakan pembangunan pertanian dari tingkat kecamatan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan akan menjadi Pusat Data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Agribisnis dan Pusat menjalin Jejaring Kemitraan.

Sumber: Swadaya Online, 18 Desember 2019 (SY/OKY)