Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjamin stok pangan aman selama Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Mentan memastikan neraca kebutuhan pangan cukup bagus dan terkendali dengan baik. “Dari neraca pangan nasional kita, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia,” ucap SYL.  Namun demikian SYL selalu meningatkan bahwa kegiatan pertanian tidak boleh berhenti.

Di tengah kegiatan yang harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, termasuk petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. “jangan lupa cuci tangan dan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, tegas Bustanul.

Dalam dukungan program READSI untuk kelompok tani tidak hanya dalam bentuk sekolah lapang, namun dengan adanya Fasilitator Desa (FD) diharapkan dapat berkontribusi lebih bagi kelompok dan desa sasaran program. Seperti yang dilakukan FD desa Kaloloa Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka yang melakukan kegiatan bagi-bagi masker guna memutus rantai penyebaran virus corona.

Dalam pelaksanaannya, turut dihadiri pula oleh Camat Samaturu, Muh. Ridha Tahrir.  Dalam sambutannya, Ridha menyampaikan banyak terimakasih atas keterlibatan pihak Polri, Bripka Rizky, FD Desa Kaloloa Rusli,  tim relawan Covid-19 Kecamatan Samaturu, Babinsa dan Babinkantibmas. “dukungan yang seperti ini sangat baik, semua terlibat bahu membahu mencegah pandemic ini, semoga petani di kecamatan Samaturu boleh ikut anjuran Menteri Pertanian untuk terus berkegiatan, tapi tetap patuhi anjuran pemerintah”, tegas Muh Ridha.

Rusli selaku FD di desa Kaloloa mengaku senang bisa berkontribusi dalam kegiatan ini. Ia juga menyampaikan bahwa warga sangat terbantu dengan kegiatan bagi-bagi masker ini. “Kegiatan bagi-bagi masker ini di sambut baik oleh warga desa kaloloa karna dengan adanya pembagian masker gratis ini di tengah pandemi covid -19 diharapkan petani masih bisa produktif di lahan masing-masing”, pungkas Rusli.