Sanggau – Seorang bapak memiliki satu istri dan satu anak, sosok pria yang sudah menjelang senja. Endang Firdaus Namanya, sering dipanggil “Bujang telaga”,aneh memang tapi nama tersebutlah yang dikenal oleh masyarkat setempat. Bapak Endang firdaus  berdomisili di Desa Raut Muara kecamatan sekayam kabupaten sanggau. lahir pada hari minggu 50 tahun yang lalu tepatnnya tanggal 14 Februari 1971.

Pada tahun 2019 Endang firdaus ikut bergabung di program Rural empowerment and agrikultural development scaling up initiatif (READSI). Dalam program ini Endang Firdaus bertugas sebagai Fasilitator Desa (FD) di Desa Entikong  Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan produktivitas menjadi kunci untuk menjaga ketahanan pangan.

“Tugas pertanian adalah menjaga ketahanan pangan. Pertanian juga harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pertanian tidak boleh berhenti agar kebutuhan masyarakat terpenuhi,” katanya.

Kelompok Tani Kamboja  sekarang sudah menunjukan ada perubahan besar karena  dampingannya. Contoh di Kelompok tani Kamboja selain komoditi ternak ayam mereka juga mampu berinisiatif untuk mengembangkan usaha kelompoknya di bidang usaha di luar tenak seperti, pengadaan jasa penggilingan gabah, usaha budi daya lele dan usaha penjualan hasil pertanian dengan sisitim inovasi milenial yaitu, menjual beras kampung berbentuk paket oleh-oleh serta di balut label dengan merek “BERAS PAGUH”.

Tiga usaha kolektif kelompok Kamboja ini sudah mulai di jalankan dan menunjukan hasil yang mampu  meningkatkan pendapatan  kelompok dan meningkatkan ekonomi anggota.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari keikutsertaan beliau  menjadi Fasilitator Desa pada program READ pada tahun 2015 – 2017 dimana banyak hal yang di adopsi dan di aplikasikan ke program READSI serta di bantu oleh penyuluh pertanian dan dukungan dari Dinas Pertanian kabupaten Sanggau.

Sebagai Fasilitator Desa Bapak Firdaus sangat ulet dalam mendampingi kelompok binannya dan memberikan tenaga dan pikirannya terhadap program READSI. Kedepannya Harapan Pak Endang Firdaus semoga Program ini lebih di maksimalkan dan tetap menjadi perhatian serius dari pihak pemerintah agar perubahan menuju ke arah yang lebih baik kepada anggota kelompok tani semakin luas.