Sanggau– Dalam upaya memaksimalkan hasil panen, Program READSI Kementerian Pertanian mendorong para petani untuk memaksimalkan alat mesin pertanian (Alsintan). Ini menjadi bagian dalam kontribusi Program READSI diantaranya peningkatan Sumber Daya Manusia yang kompeten, sehingga dapat memaksimalkan lahan yang dimiliki petani sasaran.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa Alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pertanian. Hal ini dikarenakan melalui teknologi tepat guna, petani dapat lebih efisien dalam meningkatkan hasil panennya.

SYL menambahkan bahwa peran Alsintan tidak hanya mendukung proses budidaya maupun pasca-panen, tetapi juga beragam pengembangan proses hasil panen menjadi produk pangan tambahan.

“Tentu saja, transformasi teknologi bagi para petani ini berjalan lebih efektif, hemat waktu, serta lebih ramah lingkungan. Dalam waktu singkat, petani dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menambahkan pentingnya penggunaan teknologi yang tepat bagi para petani dalam memenuhi kebutuhan pangan ditengah pandemic. “Pertanian merupakan garda depan dalam upaya pencegahan Covid-19 karena pangan adalah penyangga kesehatan kita. Jika kebutuhan pangan terpenuhi, imunitas tubuh masyarakat akan terjaga sehingga kita akan mampu melawan Covid-19. Oleh karenanya, penggunaan teknologi atau alsintan yang tepat akan lebih menguntungkan petani”, ujar Dedi.

Salah satu kelompok tani sasaran READSI komoditas padi, Kelompok Tani Lestari yang terletak di Dusun Bengkuang Sari, Desa Kasromego Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau yang telah memanfaatkan Alsintan dalam kegiatan pertanian di kelompoknya. Kelompok ini beranggotakan 25 orang  dan diketuai oleh Pak Eko Harmuji.

Lewat pendampingan Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa, Pak Eko mampu membangun kepercayaan anggotanya untuk merubah kebiasaan dalam mengolah lahan mereka yang semula hanya dikerjakan secara tradisional dalam mengolah lahan sawah yang bertransformasi mengadopsi teknologi modern. Serta Kelompok Lestari sudah  membangkitkan komunitas kelompok tani yang mana dapat membangkitkan semangat kebersamaan antar petani.

Kelompok Lestari telah memiliki Alsintan yang dibeli secara swadaya oleh kelompok, diantaranya power tras yang saat ini telah dipakai oleh seluruh anggota Poktan Lestari dan juga disewakan untuk petani diluar anggota Poktan.

“Dengan hadirnya alat-alat mesin pertanian sangat membantu anggota-anggota petani untuk dapat mengolah lahan pertanianya dari segi waktu dan tenaga dan lebih murah dari segi biayanya. Dan sudah kita sewakan diajarkan FD READSI dan PPL ibu Maria Evi”ujar Pak Eko.

“Adapun sistem penggunaan alsintan ini untuk anggota kelompok tani Lestari menggunakan sistem sewa yang telah disepakati bersama seluruh anggota kelompok tani dan menunjuk Operator khusus untuk menjalankan alsintan tersebut. Hasil sewa alsintan tersebut akan digunakan untuk membayar tenaga operator dan sisanya akan dimasukan sebagai uang Kas Kelompok”, jelas Ikarius Tong FD Desa Kasromego.

Tidak hanya dapat digunakan oleh anggota kelompoknya, Alsintan yang menjadi aset poktan juga dapat digunakan oleh masyarakat lain diluar kelompoknya. Dengan sewa yang nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan sewa anggota. Hasilnya pun dimasukan kedalam kas kelompok Lestari sehingga menjadi usaha bersama kelompok disamping pertanian.

Dengan hadirnya Program READSI ini semakin menambah semangat seluruh anggota kelompok tani yang mendapatkan bantuan baik peningkatan kapasitas anggota maupun bantuan fisik untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bersama FD, kami dorong pula Kegiatan Simpan Pinjam (KSP) Kelompok yang dimulai pada bulan Januari 2020 sampai saat ini kegiatan ini telah terkumpul sebesar Rp. 19.000.000 dan akan terus bertambah karena setiap bulan anggota kelompok akan melakukan penyetoran simpan wajib yang telah disepakati bersama sebesar Rp. 50.000 per bulanya”, ujar Maria Eva Penyuluh Pertanian Desa Kasromego.

Manfaat dari kegiatan usaha simpan pinjam ini telah dirasakan oleh anggota poktan yang kekurangan modal untuk kebutuhan seperti membeli  pupuk, obat-obat dan saprodi lainya. Dengan sistem pengembalian pinjaman yang terjangkau yang telah disepakati oleh pengurus dan seluruh anggotanya.