Gorontalo – Kelompok Tani Tamza Jaya di Desa Olimohulo, Kecamatan Asparaga Gorontalo termasuk salah satu binaan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) dengan harapan dapat meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Kelompok Tani Tama Jaya tengah memanen jagung hasil olah tanam yang dimulai beberapa bulan silam. Pandemi yang sudah berkepajangan. Hampir mendekati 1 tahun sejak Virus Covid-19 dimulai di pertengahan bulan Maret 2020 sampai  belum ada kata usai di Januari tahun 2021.

Pada masa pandemi COVID-19, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, para petani juga pahlawan kita. Mereka ikut andil dalam pemenuhan pangan. Dalam hal ini, pertanian menjadi salah satu sektor penting selama pandemi.

“Yang juga mampu memutar ekonomi di masa sulit adalah pertanian. Kalau mau lihat desa baik, penuhi pertaniannya. Kalau mau lihat kecamatan yang baik, penuhi pertaniannya. Ingin kabupaten maju, penuhi pertaniannya,” terang Yasin.

Di Provinsi Gorontalo ada beberapa daerah jagung dijadikan makanan utama seperti beras. Di sisi lain jagung dipilih karena jagung merupakan makanan yang sering dikonsumsi sebagai sumber kalori selain nasi. Fakta menyebutkan bahwa jagung juga memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Jagung juga kaya akan vitamin B1 yang bermanfaat untuk penyerapan karbohidrat dalam tubuh serta vitamin  yang diperlukan oleh tubuh yang membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19

Panen yang dilakukan tanggal 19 Januari 2020 oleh kelompok Tani Tama Jaya  untuk kali ini mencapai 183 karung dengan hasil akhir 8 ton dari luas lahan mencapai 2 Ha. Hasil yang telah dipanen ini setelah itu di bawa ke gudang penampungan untuk selanjutnya di jual ke pasar. Untuk harga jual di gudang mencapai Rp.3000/Kg dalam bentuk borongan,’’ Ucap Tiyansi.

Di beberapa kecamatan lain kabupaten Gorontalo tengah panen jagung, ini sangat menggembirakan karena para petani memiliki bahan pangan atau bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di masa pandemi,” ujar Tiyansi Hakim sebagai Fasiltator Desa program READSI.

Sebagian besar produksi jagung milik petani ini akan diekspor ke sejumlah negara melalui pedagang besar yang biasa menampung hasil bumi masyarakat. Dia menyebutkan, nilai jual jagung Gorontalo terus membaik dari tahun ke tahun, ini yang membuat semua petani memilih komoditas jagung sebagai tanaman andalan. “Hasil panen ini akan memberi daya tahan petani pada masa pembatasan yang diterapkan masyarakat dan pemerintah akibat wabah virus corona.