Selain memastikan ketersedian bahan pokok, Kementerian Pertanian juga berfokus pada perbaikan Jalan Usaha Tani yang dianggap berpengaruh pada kesejahteraan para petani. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, tujuan dari pembangunan Jalan Usaha Tani adalah untuk membangun atau merehabilitasi jalan sesuai dengan standar biaya berdasarkan peraturan yang berlaku, meliputi kawasan budidaya tanaman pangan, kawasan budi daya perkebunan, dan kawasan budi daya hortikultura.

“Kementerian Pertanian akan selalu memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga. Namun disamping itu, jalan usaha tani akan jadi perhatian serius. Karena jalan tani memudahkan para petani dalam mengangkut hasil budi daya untuk dipasarkan di desa atau di kota,” jelas Mentan.

Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsyi menekankan bahwa pertanian harus tetap berjalan, walau rintangan berupa jalan menuju akses pasar kadang sulit. Namun demikian, lewat pendampingan Program READSI diharapkan dapat mendukung pembukaan akses pasar agar petani di wilayah sasaran.

Desa Sinampangnyo, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai adalah salah satu desa sasaran Program READSI. Dimana terdapat enam kelompok tani yang menjadi kelompok sasaran, yaitu 3 kelompok komoditi kelapa, 1 kelompok jagung, 1 kelompok pemanfaatan pekarangan dan 1 kelompok tani sayuran.

Desa Sinampangnyo merupakan desa yang masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan. Namun dengan adanya Program READSI, Fasilitator Desa (Anton Pawajoli) bersama Penyuluh Pertanian (Heritje D.Sopamena) dapat mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan sebaik mungkin. Dengan harapan yang sejalan dengan Program READSI untuk mengentaskan kemiskinan keluarga tani di wilayah sasaran lewat pemanfaatan lahan.

“Tahun pertama program ada Sekolah Lapang yang sangat bermanfaat, kemudian ada bantuan saprodi, semoga tahun ini dengan adanya bantuan infrastruktur sederhana yang ditujukan untuk Jalan usaha tani bisa terlaksana. Sehingga para petani yang ada di Desa Sinampangnyo bisa lebih mudah karena akses Jalan untuk ke pasar. Adapun hasil pertanian yang begitu melimpah namun dengan akses jalan yang begitu sulit sehingga mempengaruhi pendapatan para petani. Dengan dibukanya jalan usaha tani maka lahan yang begitu luas bisa meningkatkan perekonomian petani”, ujar Heritje.

Di Desa Sinampangnyo khusunya semua kelompok tani sasaran merasa sangat bersyukur dengan adanya program READSI. Selain adanya sekolah lapang, sampai saprodi untuk pemenuhan kebutuhan petani. “Saya selaku Fasilitator Desa Sinampangnyo bersyukur dengan adanya READSI, disamping itu Penyuluh Pertanian desa setempat begitu aktif berkaitan dengan kegiatan yang berhubungan dengan kelompok Tani. Bu Heritje selalu mendampingi sehingga semua kegiatan bisa terlaksana”, lengkap Anton.