KALIMANTAN BARAT – Salah satu program utama Kementerian Pertanian tahun 2022 adalah melakukan peningkatan produksi dan daya saing untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), kerap menyampaikan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan bangsa. Di tengah pandemi global, keamanan pangan nasional adalah prioritas utama bagi Kementerian Pertanian.

“Saya tegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh berhenti walaupun di tengah pandemi global Covid-19. Kementan tetap menjaga ketahanan pangan nasional, oleh karenanya kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini,” tegas Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mendukung arahan untuk terus mengawal ketahanan pangan.

“Pertanian harus kuat, pertanian mampu jadi penggerak ekonomi. Tidak bisa dikesampingkan kerjasama pemerintah pusat sampai level desa sangat penting, pertanian harus maju terus,” tegas Dedi Nursyamsi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mengimbau seluruh penyuluh pertanian dan Fasilitator Desa untuk saling bersinergi menindaklanjuti secara langsung aktivitas petani di lapangan.

Bertempat di Desa Matang Danau, Penyuluh dan Fasilitator Desa mengunjungi anggota Poktan Batu Bejamban melakukan kegiatan pendampingan. Seperti pengawalan pembagian saprodi lanjutan program READSI di kelompok perkarangan Batu Bejamban desa Matang Danau, kecamatan Paloh, kabuaten Sambas, provinsi Kalimantan Barat.

Menurut Jumadi, Fasilitator Desa Matang Danau, bantuan saprodi pertanian program READSI ini sudah sesuai kebutuhan petani yang diajukan pada RUK & RUA.

Selain acara pembagian saprodi lanjutan Fasilitator Desa dan Penyuluh desa Matang Danau, terus memotivasi dan mendorong kelompok perkarangan Batu Bejamban untuk selalu melakukan kegiatan rutinitas kelompok dan penabungan simpan pinjam serta sosialisasi alsintan ditahun 2022.

READSI ikut andil dalam meningkatkan kapasitas petani melalui kegiatan pelatihan seperti sekolah lapang, bimbingan lanjutan, bantuan saprodi serta kegiatan pendampingan manajemen penguatan kelembagaan poktan seperti administrasi kelompok dan literasi keuangan.  Agar ada perubahan perilaku dari petani untuk manajemen agrobisnis yang lebih terstruktur.

Anggota Poktan Batu Bejamban bersyukur bisa masuk di program, dimana mereka mendapatkan bantuan saprodi yang berkualitas berdasarkan Rencana Usaha Anggota  yang diajukan setiap anggota dan mengalami peningkatan pengetahuan.

Semua ini tidak terlepas dari peran Penyuluh dan Fasilitator Desa terutama DPMO Kabupaten Sambas  yang selalu memberi perhatian khusus kepada para petani dalam mengawal program.

Ketua Kelompok Perkarangan Batu Bejamban, Herdiana, juga berterimaksih kepada program READSI yang sudah membantu kelompoknya berupa bantuan saprodi, anggota kelompok  berjanji akan menggunakan bantuan tersebut sebaik mungkin.