Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kerap menyampaikan pentingnya sektor pertanian dalam pembangunan bangsa. Di tengah pandemi global, keamanan pangan nasional adalah prioritas utama bagi Kementerian Pertanian.

“Saya tegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak boleh berhenti walaupun di tengah pandemi global Covid-19. Kementan tetap menjaga ketahanan pangan nasional, oleh karenanya kegiatan olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini” tegas Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mendukung arahan langsung Mentan untuk terus mengawal ketahanan pangan.

“Pertanian harus kuat, pertanian mampu jadi penggerak ekonomi. Tidak bisa dikesampingkan kerjasama pemerintah pusat sampai level desa sangat penting, pertanian harus maju terus”, tegas Dedi Nursyamsi.

Menanggapi arahan Menteri Pertanian tersebut, secara khusus Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo menghimbau kepada seluruh penyuluh pertanian dan Fasilitator Desa untuk saling bersinergi menindaklanjuti secara langsung aktivitas petani di lapangan.

Bertempat di Desa Iloheluma, Penyuluh dan Fasilitator Desa mengunjungi lahan anggota Poktan Sejati dan Poktan Lamahu untuk melihat secara langsung capaian dari masing-masing petani. Hal ini sering dilakukan setiap pekan untuk mengawal program di wilayah kerja Fasilitator Desa.

 

Menurut Sopyan Apadjulu, sebagai Fasilitator Desa Iloheluma, hasil monitoring yang diperoleh dari lapangan menunjukan sebagian besar telah melakukan penanaman jagung bahkan sebagian anggota petani lainnya telah melakukan panen. (29/08/2021)

READSI ikut andil dalam meningkatkan kapasitas petani melalui kegiatan pelatihan seperti sekolah lapang, bimbingan lanjutan serta kegiatan pendampingan manajemen penguatan kelembagaan poktan seperti administrasi kelompok dan literasi keuangan.  Agar ada perubahan perilaku dari petani untuk manajemen agrobisnis yang lebih terstruktur.

Anggota Poktan Sejati dan Poktan Lamahu mengaku bersyukur bisa masuk di program, dimana mereka mendapatkan bantuan saprodi yang berkualitas berdasarkan Rencana Usaha Anggota (RUA) yang diajukan setiap anggota dan mengalami peningkatan pengetahuan.  Semua ini tidak terlepas dari peran Penyuluh dan Fasilitator Desa terutama DPMO Kab. Pohuwato yang selalu memberi perhatian khusus kepada para petani dalam mengawal program.