Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo memaparkan bahwa, “semoga para Gubernur, Bupati, dan pemangku kepentingan punya cara pandang yang sama untuk memajukan pertanian. Sebab masalah pertanian adalah masalah perut dan pertahanan pangan menyangkut pertahanan negara, jangan sampai kita biarkan  ada kelapan ditengah wabah global seperti saat ini” .

Kegiatan pertanian seperti olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, tegas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa, jelas Dedi.

Di samping bahan pokok yang menjadi sorotan sekarang, komoditi dengan permintaan tinggi juga terus diupayakan agar tetap berjalan, salah satunya cokelat.  Selain memiliki rasa yang disukai banyak orang, kandungan yang terdapat pada cokelat juga dapat meningkatkan hormon dopamin dan serotonin di dalam otak. Kedua hormon ini memiliki peran memberikan rasa senang dan nyaman. Oleh karenanya Kementerian Pertanian mendorong petani coklat untuk dapat memaksimalkan hasil panen-nya. Didukung pula lewat Program READSI yang juga menyasar kelompok komoditi coklat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Surahan, pemilik lahan coklat yang juga anggota kelompok tani Bakti Jaya Desa Uranosari Kecamatan Pamona Barat, Kabupaten Poso menuturkan manfaat sekolah lapang dari READSI bagi petani cokelat. “alhamdulillah, di lahan saya yang 3 Ha ini hasilnya sekitar 9 karung sekitar 420 kg lah kalau biji basah, setelah dikeringkan sekitar 140 kg, kira-kira perkilonya Rp.32.000, tutur Surahan.  Surahan juga menjelaskan bahwa pohon kakao sudah tua, hasilnya jadi berkurang, kemarin diskusi sama petani lain, mudah-mudahan setiap 2 minggu sekali panen selama musim panen raya.

Walau harus tetap beraktivitas, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, termasuk petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. “jangan lupa cuci tangan dan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, tegas Bustanul