erpong – Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah kegiatan utama dan pendukung pembangunan pertanian tahun 2022. Termasuk lima program unggulan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mengawali tahun 2022 dengan melakukan Koordinasi Nasional dan Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan READSI Tahun 2021.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan program pembangunan pertanian harus dimaksimalkan termasuk melalui PHLN.

“PHLN membawahi sejumlah program yang tentunya kita harapkan bisa mendukung pembangunan pertanian. Untuk itu, kita berharap program-program itu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sebelumnya Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengingatkan pentingnya insan pertanian untuk paham dan mengerti dan mampu mengeksekusi dengan baik, penyediaan pangan untuk 267 juta penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor.

“Kunci keberhasilan pembangunan pertanian ada 3 hal yaitu, teknologi, sarana prasarana, peraturan perundungan termasuk local wisdom dan SDM pertanian serta dengan dukungan  Kerjasama yang baik,” tegasnya.

“Kementerian Pertanian bekerja sama dengan kementrian keuangan dan BAPPENAS mendukung penuh program READSI di daerah di Provinsi dan Kabupaten,” tambah Dedi.

Menurutnya, READSI menjadi program andalan Kementrian Pertanian. Terbukti dalam 2-3 tahun terakhir program READSI  memberikan kontribusi pemberdayaan penyuluh dan petani termasuk sarana-prasarananya.

“Program READSI ini tujuannya memberdayakan penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan yang itensif, petani harus di tingkatkan kapasitasnya, petani harus ditingkatkan keterampilan, inovasi teknologi, mendapatkan akses sumber informasi, akses pembiayaan, akses pasar, sarana- prasarana dan lainnya,” tambahnya.

Kementan juga mendorong pertanian menuju agribisnis modern, institusi harus mensupport agribisnis di petani, para petani juga didorong untuk mengakses KUR agar dapat mengembangkan usaha taninya.

“Harapan saya pada pengelola program READSI terkait pemasaran dan pelatihan diberikan porsi yang lebih besar,” urainya.

Program ini harus diintegrasikan dengan Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sehingga peningkatan produktivitas yang diharapkan dapat tercapai dan pertanian yang maju, mandiri dan modern dapat terwujud.

Pada pertemuan ini akan dikoordinasi  kegiatan program READSI dan memantapkan perencanaan  tahun 2022 serta kita memanfaatkan pelatihan pada tahun 2022 agar maksimal.

Hal ini disampaikan Dedi saat membuka Pertemuan Koordinasi Nasional dan Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan pelaksanaan program READSI tahun 2021 Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP melalui daring. Kegiatan ini dilaksanakan di Swiss Bell Hotel Serpong, Banten, 10 sampai 12 Februari 2022.

Acara ini dihadiri lebih dari 85 peserta secara konvensional. Sementara beberapa lainnya mengikuti secara online. Peserta yang hadir pada pertemuan ini  dari dinas pertanian, BAPPEDA, BPKAD pengelola di 6 provinsi dan 18 kabupaten sasaran wilayah program READSI serta narasumber dari Inspektur satu Kementerian Pertanian, BAPPENAS, DJPK, LKPP, FFITAL, PT.Mars dan IFAD

Untuk mendukung pertumbuhan pembangunan pertanian, berbagai program dan kegiatan telah dirancang serta diimplementasikan Kementan.  Implementasi tersebut diharapkan dapat mewujudkan tercapainya Program Pembangunan Pertanian, yaitu Program Prioritas, Program Reguler Maksimum, dan Program Reguler.