BOGOR – Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah kegiatan utama dan pendukung pembangunan pertanian tahun 2022. Termasuk lima program unggulan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

Mengawali tahun 2022, Kementerian Pertanian menyelenggarakan pertemuan Evaluasi kegiatan PHLN program READSI, di Bogor (20-22/01/2022).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan program yang termasuk PHLN harus dimaksimalkan.

“PHLN membawahi sejumlah program yang tentunya kita harapkan bisa mendukung pembangunan pertanian. Untuk itu, kita berharap program-program itu bisa dimaksimalkan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi yang hadir secara virtual saat membuka pertemuan ini mengingatkan pentingnya insan pertanian untuk paham dan mengerti dan mampu mengeksekusi dengan baik, penyediaan pangan untuk 267 juta penduduk Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan petani serta meningkatkan ekspor.

Dijelaskannya, READSI tujuannya untuk memberdayakan penyuluh dan petani melalui pelatihan-pelatihan yang itensif, petani harus di tingkatkan kapasitasnya, petani harus ditingkatkan keterampilannya, inovasi teknologi, mendapatkan akses sumber informasi, akses pembiayaan, akses pasar, sarana dan prasarana dan lainnya.

“Kita juga sekarang mendorong pertanian menuju agribisnis modern, institusi harus mensupport agribisnis di petani, para petani juga kita dorong untuk mengakses KUR agar dapat mengembangkan usaha taninya. Harapan saya pada pengelola program READSI terkait pemasaran dan pelatihan diberikan porsi yang lebih besar,” kata Dedi.

Menurutnya, program ini harus diintegrasikan dengan Pusat, Provinsi dan Kabupaten, sehingga peningkatan produktivitas yang diharapkan dapat tercapai dan pertanian yang maju, mandiri dan modern dapat terwujud

“Hari ini kita akan mengevaluasi kegiatan program READSI tahun 2021 dan memantapkan perencanaan  tahun 2022 serta kita memanfaatkan pelatihan pada tahun 2022 agar maksimal,” ujarnya.

Kegiatan utama READSI, yaitu Pengembangan pertanian dan penghidupan di pedesaan  (fokus pada pengorganisasian masyarakat yang mengintegrasikan bidang pertanian dan peningkatan mata pencaharian di desa sasaran yang utamanya dilaksanakan oleh Fasilitator Desa (FD) dan Penyuluh Pertanian (PP), Pelayanan penyuluhan, penyediaan saprodi, dan pemasaran

Acara ini dihadiri lebih dari 80 peserta secara konvensional. Sementara beberapa lainnya mengikuti secara online. Peserta yang hadir dari  pengelola keuangan dan monev dari 6 provinsi dan 18 kabupaten sasaran wilayah program READSI serta narasumber dari Inspektur 1 Kementerian Pertanian, Direktur pangan dan pertanian Bappenas.

Untuk mendukung pertumbuhan pembangunan pertanian, berbagai program dan kegiatan telah dirancang serta diimplementasikan Kementan.  Implementasi tersebut diharapkan dapat mewujudkan tercapainya Program Pembangunan Pertanian, yaitu Program Prioritas, Program Reguler Maksimum, dan Program Reguler.