Kementerian Pertanian terus berupaya menjaga ketersediaan dan aksesibilitas pangan. Salah satunya dengan mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pangan lokal agar berinovasi dan bertransformasi ke pola usaha digital.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan transformasi UMKM ke arah digital dapat memperluas dan mendekatkan akses pangan lokal kepada masyarakat.

“Saya merasa di masa pandemi seperti ini, ada pendekatan pasar baru yang bisa kita dorong, orang bisa memesan makan dari rumah dengan sistem digital, tinggal klik, pilih makanan lokal yang kita suka, dari Jakarta bisa kita kirim kemana saja, dan cara – cara digital seperti ini akan terus kita dukung dan tingkatkan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pelaku UMKM di Indonesia harus didorong untuk menghasilkan produk yang unik dan spesifik dengan kualitas tinggi.

“Pelaku UMKM harus memiliki produk yang memiliki ciri khas dan tentunya berkualitas Tujuannya agar dapat bersaing dengan produk sejenis dari negara lain,” katanya.

Dijelaskan Dedi, hal tersebut bisa dicapai dengan berinovasi.

“Jangan pernah berhenti berinovasi. Karena kita dituntut untuk menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Deputi Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br Simanungkalit, mengatakan Indonesia perlu fokus untuk mendongkrak ekspor langsung yang dilakukan UKM. Hal itu berkaca pada negara lain yang mampu melakukan pengembangan usaha fokus pada satu produk.

“UKM di Indonesia perlu didorong untuk menghasilkan produk yang unik dan spesifik yang kualitasnya berbeda dari yang lain dan dapat menyasar pasar tertentu khususnya di tingkat internasional,” katanya.

Menurutnya, untuk mendorong UKM fokus pada pemanfaatan sumber daya unggulan lokal, dinilai perlu adanya pendamping-pendamping yang andal untuk membantu mendorong nilai tambah produk dan mengedukasi UMKM agar bisa masuk pasar global.

“Sehingga produk yang diekspor sudah memiliki nilai tambah tidak hanya berupa komoditas/bahan baku,” katanya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan taraf ekonomi kelompok Wanita tani Pantalangi di Desa Nandu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol adalah dengan cara membangkitkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui branding produk UMKM melalui pendampingan Program READSI.

Dengan branding produk akan menjadikan produk tersebut lebih menarik dan membuat nilai jual semakin tinggi.

Zainal, Fasilitator Desa Nandu Program READSI Kementerian Pertanian, membimbing Kelompok Wanita Tani Pantalangi untuk terus berinovasi dengan menggunakan  bahan baku yang tersedia di sekitar. Seperti sebelumnya memproduksi keripik berbahan sayuran yang telah dikemas dengan rapi dan di jual di warung dan tempat-tempat yang mendukung UMKM di kabupaten Buol.

Kali ini atas inisiatif Zainal mendorong kelompok untuk mencoba hal yang baru yaitu dengan memproduksi keripik berbahan dasar kulit buah semangka. Dimana untuk bahan baku tersebut tersedia di demplot KWT Pantalangi.

‘’Kenapa tidak kita coba memanfaatkan kulit semangka dari pada di buang begitu saja coba kita bereksperimen dengan memanfaatkan semua dari buah semangka agar semua termanfaatkan, jangan hanya dagingnya saja kita buat jus dan lainnya,” ucap Zainal.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 September 2022 dan bertempat di Rumah Ketua KWT Pantalangi Rahmawati Baculu. Kelompok ini sangat kompak dalam memproduksi produknya dari awal proses hingga tahap pengemasan.

“Produk tersebut dimasukan kedalam kemasan dengan  Branding  yang baik  dalam membuat desainnya bertujuan untuk  terlihat lebih menarik sehingga bisa meningkatkan penjualan,’’ tambah Zainal.

Zainal menjelaskan sebagai Fasilitator program READSI Kementerian pertanian terus mendorong KWT untuk berinovasi dan  harapannya  dengan dilakukan branding produk ini dapat bermanfaat bagi UMKM KWT Sinar Pantalangi.

Agar, UMKM Sinar Pantalangi bisa meningkatkan produktivitas tidak hanya di on farm tapi juga pada pengolahan hasil dan kreatifitas dalam mengembangkan produk UMKM sehingga dapat meningkatkan ekonomi UMKM KWT Sinar Pantalangi.