Peningkatan kompetensi SDM bidang pertanian menjadi sorotan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. SYL menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan ujung tombak dari agent of change pembangunan pertanian di Indonesia. SYL juga berharap Penyuluh Pertanian harus hebat, harus mampu mengelola, mengembangkan pertanian yang ada di masyarakat.

“Pertanian harus menjadi kekuatan bangsa ini dengan menggunakan teknologi yang tepat dam sesuai kebutuhan. Pertanian juga harus mengikuti perkembangan zaman, pemanfaatan sains dan riset yang lebih kuat sehingga bisa menghadirkan kemampuan-kemampuan kita, yang paling penting Pertanian harus terus maju” tegas Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa dalam mencapai pertanian yang Maju, Mandiri dan Modern dibutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini semakin kompleks.

“Jadilah Penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa”, ujar Dedi. Dengan harapan Penyuluh dapat memberikan dampak yang baik bagi kemajuan Pertanian di Indonesia.

Tugas Penyuluh adalah meningkatkan SDM petani se Indonesia, dengan demikian Penyuluh juga berpengaruh dalam menyediakan pangan untuk 267 Juta Jiwa, meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor, semua dapat tercapai dengan peningkatan produksi lewat peningkatan SDM yang berkualitas.

Pada Senin, 21 Juni 2021, Kepala Dinas pertanian Provinsi Sulawesi Tengah Trie Iriany Lamakampali membuka kegiatan Pelatihan Penyuluh Pendamping Program READSI di Palu untuk angkatan I 2021. Penyuluh Pertanian yang akan dilatih pada tanggal 21-27 Juni merupakan Penyuluh pendamping Program READSI yang berasal dari Kabupaten Poso dan Kabupaten Tolitoli.

Pada pelatihan kali ini juga dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan, Kepala UPT Diklat, Manajer READSI Provinsi Sulawesi Tengah, Tenaga Ahli Provinsi, Tenaga Ahli Kab. Poso serta para Widyaiswara.

“Pada kesempatan kali ini merupakan Pelatihan Penyegaran Manajemen Kostratani Angkatan I dan II dari Kab. Poso dan Tolitoli yang akan dilaksanakan selama 7 hari. Dengan adanya Program READSI, Penyuluh di Provinsi Sulawesi Tengah terus ditingkatkan pengetahuannya, dimana dengan harapan petani nya bisa lebih maju, mandiri dan modern.”. Ujar Trie Iriany.

Manajer READSI Provinsi Sulawesi Tengah, Mahrudin menuturkan bahwa pelatihan kali ini menyelaraskan kegiatan READSI pada tahun 2021 dengan Kebijakan Program Kostratani.

“Utamanya sosialisasi kegiatan READSI di 2021, tidak ketinggalan kami juga terus tingkatkan Penyuluh kami tentang Kebijakan Kostratani, Kostratani sebagai sumber informasi sampai Melaksanakan peran Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian di Provinsi Sulteng, khusunya daerah sasaran Program READSI”, tegas Mahrudin.