Bone Bolango – Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan pelatiahan Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan bagi perwakilan rumah tangga petani dari tujuh kelompok komoditas di Desa Monano, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pelatihan literasi keuangan sangat penting untuk petani dalam rangka membangun konsepsi perencanaan yang terstruk terukur, terprogram, dan visible.

“Selain itu, pelatihan ini pun penting untuk membangun mindset baru, cara budidaya, prilaku petani yang lebih adaptif terhadap berbagai tantangan. Dengan begitu, usaha peningkatan produksi tidak terhambat dan kesejahteraan petani pun terjamin,” pinta SYL.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga sangat penting terutama dapat memahami lebih luas sekaligus mengakses lebih besar Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digulirkan pemerintah, karena hingga saat ini sektor pertanian terakses dengan KUR dengan hasil yang baik.

“Oleh karena itu, ini menjadi titik sentral dan memperkuat KUR pada semua jenis komoditi pertanian. Bapak Presiden Jokowi menginstruksikan semua bank untuk menggulirkan KUR lebih agresif. Kredit KUR yang macet di tahun 2022 ini hanya 0,06 persen dan tahun sebelumnya 0,03 persen. Ini menunjukan petani cukup displin dan tulus mengelola dana KUR,” tutur Mentan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menambahkan, pelatihan literasi keuangan bagi rumah tangga petani bertujuan memberikan pemahaman dalam penerapan pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha tani.

Selanjutnya, tambah Dedi, untuk meningkatkan rasa percaya diri rumah tangga petani sasaran dalam mengakses dan menggunakan fasilitas layanan keuangan KUR dan produk keuangan lainnya.

“Pelatihan ini didukung oleh IFAD untuk mensukses program Readsi. Tujuanya untuk mengelola kewirausahaan dan memberdayakan rumah tangga pedesaan dengan keterampilan dan percaya diri. Sehingga terjadi peningkatan pendapatan dan mata pencaharian rumah tangga petani secara berkelanjutan,” terang Dedi.

Diikuti oleh 28 orang perwakilan rumah tangga petani, ToT yang dilaksanakan dari 20- 23 Oktober 2022 digelar secara daring dan luring. Para peserta tersebut adalah keterwakilan maksimal dua rumah tangga setiap kelompok (2 orang/rumah tangga).

Peserta dibekali dengan berbagai kurikulum materi inti seperti, pengelolaan keuangan rumah tangga, pencatatan keuangan rumah tangga, pencatatan keuangan usaha pertanian dan KUR, yang lebih fokus pada praktek dan pencatatan sederhana berdasarkan kondisi real setiap rumah tangga.

Fasilitator pemateri dalam pelatihan ini adalah Fasilitator Desa (FD) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang telah lulus dalam Pelatihan ToT Literasi Keuangan dan KUR yang telah dilaksanakan Kementan melalui BPPSDMP.

Kegiatan ToT Literasi Keuangan dan KUR mendapat respons dari pemerintah setempat sebab hal ini adalah pertama kalinya kegiatan pemberdayaan, melatih masyarakat untuk menjadi pelatih, terutama para petani.

Pada akhir kegiatan ini (23/08), salah satu perwakilan peserta, Sri Yonang Botutihe yang juga anggota kelompok tani KWT Mawar Indah II Desa Monano, menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti pelatihan TOT Literasi Keuangan dan KUR Bagi Perwakilan Rumah Tangga Petani.

“kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementan yang telah menghadirkan program Readsi Ini kepada kami petani di Desa Monano, bahkan hari ini melalui kebijakannya telah terselenggara pelatihan ToT Literasi Keuangan dan KUR bagi perwakilan rumah tangga petani,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar kegiatan ini bisa berlanjut untuk mempermantap pengetahuan dan skill baru, tidak hanya kepada perwakilan petani saja namun kepada semua anggota kelompok tani agar petani di Desa Monano khusunya semakin sadar dan melek literasi keuangan.

“Pesan kami, sekiranya bapak Menteri dan Kepala Dinas agar dapat memprogramkan lagi kegiatan pelatihan seperti ini kepada seluruh petani di tujuh kelompok, terutama terkait pengelolaan keuangan rumah tangga dan pencatatan keuangan usaha pertanian,” imbuhnya.

Output dari Pelatihan ini adalah melahirkan petani yang sadar manajemen keuangan serta  menjadi kader-kader literasi keuangan, yang dapat membimbing bagi anggota kelompok tani lainnya.

Sebab itulah calon peserta juga dipilih dari kepiawayan dalam berkominikasi untuk menularkan pengetahuan baru ini kepada seluruh anggota kelompok tani di Desa Monano.