Kementerian Pertanian, di bawah Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi. SYL menekankan bagi seluruh Petani untuk memastikan produksinya tidak menurun dan diupayakan terus dapat berjalan.

“Kementerian Pertanian mendorong Kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mendukung kegiatan Pertanian. Kita juga akan pastikan produksi bahan pangan pengganti nasi seperti jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan. Pertanian Indonesia tidak boleh melemah, harusnya meningkat. Dalam keadaan apapun pertanian kita harus tangguh” tegas Mentan.

Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mendukung penuh seluruh kegiatan yang berkaitan dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam mendukung arahan Menteri Pertanian, Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI) hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani kurang mampu di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga dorongan untuk simpan pinjam lewat kelompok tani per komoditas.

Pertemuan koordinasi tingkat Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah ini tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan yang belum dan akan direalisasikan tahun 2021. juga membahas  terkait evaluasi kegiatan dilapangan serta kinerja Fasilitator Desa dan Penyuluh hingga Saprodi, bimbingan lanjut dan permasalahan-permasalahan kelompok tani.

Kegiatan rapat koordinasi dilksanakan di Dinas Tanaman Panagan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) kabupten  Parigi Moutong,  dibuka oleh Kadis. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tanaman Panagan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parimo, Hadi Safwan memberikan motivasi kepada Fasiltator Desa, Penyuluh Petanian, kordinator BPP supaya tetap meningkatkn kinerja dalam melaksanakan pendampingn serta proaktif mengawal dan memberikan edukasi kepada petani agar terlihat peningkatan  ekonomi di kelompok tani READSI. Ini penting karena pertanian tak boleh berhenti di tengah pendemi Covid-19 sesuai intruksi Mentri Pertanian, Senin (18/10)

Turut hadir Manager DPMO , Deputy,  koordinator BPP, Tenaga Ahli Pemberdayaan, Penyuluh dan Fasiltator Desa.

Manager READSI Kabupaten Parigi Moutong Ibu Nurhidayah Menjelaskan, Fasilitator desa dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) lebih maksimal dan bersinergi untuk mewujudkan kemandirian kelompok. Tata dengan baik mulai administrasi kelompok hingga petani betul memahami manajemen kelompok agar dapat terwujud kemandirian serta kesejatraan petani.

Pada kesempatan tersebut Tenaga ahli pemberdayaan kabupaten Parigi Moutong, Bapak Ebit memaparkan progres Fasilitator Desa bulan Agustus dan September tahun 2021. Dalam paparannya disebutkan bahwa Fasilitator Desa READSI telah bekerja dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan piagam penghargaan dan bonus kepada Fasilitator Desa sebagai  Enumerator dalam melaksanakan Midline Survey.  Reward tersebut diberikan karena data yang di peroleh sangat maksmial dan tidak mengalami keterlamabatan waktu. Reward tersebut  diserahkan langsung oleh Manager READSI.

Midline survey ini bertujuan untuk mengetahui  gambaran sejauh mana pelaksanaan dan pemantauan program yang sedang berlangsung, dengan adanya Midline survey  di pertengahan program harapan kita ada perubahan atau peningkatan  yang signifikan terhadap petani program READSI.