Syahrul Yasin Limpo menyatakan Kementan menjamin dapat memenuhi kebutuhan jagung sehingga menargetkan produksi jagung tahun 2021 lebih tinggi dari tahun lalu demi mengamankan pasokan jagung dalam negeri. Panen raya jagung yang sudah dilaksanakan pada musim tanam I mencatat angka surplus untuk beberapa daerah. Data produksi yang dihasilkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan luas tanam dan memperbaiki produktivitas.

“Kita harus pastikan produksi jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan. Luas tanam kita tingkatkan, tapi produktivitas juga harus bagus,” ujar Syahrul Yasin Limpo.

Perlu diketahui, rata-rata produktivitas jagung lokal saat ini sekitar 6,4 ton per ha, targetnya produktivitas dapat naik menjadi 8 sampai 9 ton per ha. Saat ini, beberapa sentra sudah bisa mencapai target produktivitas tersebut. Dengan tercukupinya kebutuhan jagung juga akan semakin menjauhkan Indonesia dari keran impor jagung yang merugikan petani.

Oleh karena itu, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kondisi Pandemi Covid 19 menjadi tantanagan bagi pertanian untuk tetap bergerak maju, memastikan kebutuhan pangan bagi 267 juta jiwa. Sektor pertanian terus didorong menjadi penopang utama pertumbuhan perekonomian nasional.

“Ini bukan krisis biasa tapi multidimensi, sektor pertanian menjadi penopang utama yang menggerakkan perekonomian, jadi jangan biasa-biasa saja harus usaha ekstra keras,” tegas Syahrul Yasin Limpo.

Pertanian menjadi sektor andalan untuk menjaga ketahanan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, karena meskipun di tengah anjloknya sejumlah sektor, pertanian masih dapat memperlihatkan pertumbuhan pada tren yang positif sehingga mampu menahan laju penurunan ekonomi secara umum.

Kabupaten Kupang merupakan salah satu Kabupaten Sasaran Program READSI yang merupakan salah satu Program dari Kementerian Pertanian yang bekerjasama dengan IFAD untuk meningkatkan kesejahteraan Petani. Program READSI bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di Indonesia. serta mendukung  penuh untuk peningkatan produksi jagung untuk menjaga pangan nasional. Bantuan Program READSI mencakup 10 Kecamatan dan 20 Desa yang tersebar di Kabupaten Kupang dan terdapat 140 Kelompok Tani.

Terjadi peningkatan yang signifikan terhadap kelompok binaan program READSI di mana dengan adanya pelatihan seperti sekolah lapang. Ketua Poktan Tunas Baru bapak Alaxander Taneo menuturkan bahwa untuk tahun ini hasil panennya sangat baik karena adanya Sekolah Lapang yang diberikan oleh Penyuluh setempat sehingga anggota Poktan dapat mengikuti pola tanam sehingga produksinya meningkat tahun ini, dimana  dari 25 anggota poktan dengan luas lahan tanam 15 Ha mencapai kurag lebih 45 Ton atau 45.000 Kg. Dibanding tahun-tahun-tahun sebelumnyahasilnya 25 sampai 30 ton.