Kementan fokus dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian, salah satunya dilaksanakan melalui upaya pengembangan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S).  Mewujudkan hal tersebut BPPSDMP dukung IT dan sarana pembelajaran bagi P4S unutk peningkatan kualitas SDM pertanian di desa.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan. “Dengan SDM pertanian yang berkualitas, kita akan meningkatkan produktivitas pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Penguatan kelembagaan P4S merupakan suatu rangkaian memperkuat kelembagaan pelatihan pertanian swadaya melalui kegiatan apresiasi, sosialisasi, fasilitasi, pendampingan kelembagaan, pelatihan, permagangan, pengkaderan, penyuluhan, diseminasi teknologi tepat guna.

Mendukung Program Utama Kementerian Pertanian, Badan PPSDMP melalui Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) hadir di 6 Provinsi dan 18 Kabupaten bertujuan meningkatkan penghidupan petani di daerah sasaran. Diantaranya mendorong keterlibatan perempuan, perbaikan gizi keluarga hingga penguatan kegiatan simpan pinjam kelompok tani. READSI juga memberikan dukungan dalam kegiatan penumbuhkembangan P4S di lokasi Program READSI.

Penguatan sarana IT dan sarana pembelajaran P4S meningkatkan kualitas pelatihan permagangan secara terus menerus, sehingga P4S mampu menjadi pusat pelatihan pertanian yang berkualitas.

Penyerahan Sarana Prasarana dilakukan di 3 lokasi P4S komoditi Kakao wilayah Program READSI di  Desa  Koroha, Desa Awo dan Desa Kalukaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Penyerahaan sarana prasarana tersebut langsung diberikan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersama Program READSI Kepada Ketua P4S.

Bantuan yang diberikan berupa Laptop, Proyektor, screen LCD, Printer, sound wireless dan kursi. “Semoga bantuan ini dapat membantu dan meningkatkan kualitas belajar dan pendampingan petani dan  Ketua P4S harus mampu mempengaruhi anggota anggota P4S sendiri untuk selalu berkarya, memberikan contoh bagi masyarakat, serta mampu menjalin kerja sama dengan mitra P4S di 3 P4S yaitu, Serli Tani, Tanindo Global dan Meohai ,” harap Alif, Program READSI.

BBPP Batangkaluku sebagai pembina dari P4S di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2021 telah melakukan pembinaan  dibeberapa P4S sebagai langkah untuk menumbuh kembangkan kelembagaan P4S.

Pembinaan ini berupa pengembangan untuk pelatihan yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan dan menerapkan metodologi terhadap pelaku-pelaku usaha atau petani yang berada disekitar wilayah P4S,” Tutur Samsir.

Muhammad Sukri sebagai ketua P4S Serly Tani sangat bersyukur dengan bantuan sapras yang diberikan kementrian pertanian melalui program READSI. Dia juga menuturkan bahwa bantuan sapras IT akan digunakan untuk menunjang kegiatan pelatihan kakao untuk petani sekitar dan yang ingin  belajar.

Lain pula dengan Bapak Chairun Ketua P4S Tanindo Global  ambisinya ingin berkolaborasi dengan 2 P4S untuk memboyong peserta magang dari SMK dan Kampus di kolaka maupun di luar kolaka.

“Saya juga ingin petani atau siapapun yang ingin belajar tentang kakao di sekitar Sulawesi Tenggara tidak perlu lagi jauh-jauh datang ke PT. MARS langsung saja belajar di tempat kami, karena kami telah menyiapkan lahan pribadi di kebun untuk melakukakn pelatihan tanaman kakao dari pembibitan hingga pasca panen,” tambah  Chairun.

Kami perwakilan  Ketua P4S Sukri, Chairun dan Nahrul mengucapkan terima kasih banyak  kepada stake holder yang terkait. Dengan adanya program READSI kami sangat terbantu dari segi pelatihan hingga bantuan-bantuan yang telah diberikan Kementrian Pertanian. Kami sebagai alumni lulusan Academy Cocoa Doctor, PT. MARS, Tarengge, Luwu Timur, Sulawesi Selatan akan terus membantu petani kakao untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung program Kementerian Pertanian.