KOLAKA UTARA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggenjot produktivitas pertanian di tahun 2021. Oleh sebab itu, Kementan menyiapkan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk didistribusikan di tahun 2022. Salah satu penerima bantuan adalah Kabupaten Kolaka Utara.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan alsintan memiliki peran penting dalam penyediaan pangan untuk mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

“Dengan alsintan, kami ingin memastikan penyediaan pangan tidak terkendala. Kami juga berharap petani bisa memaksimalkan peran alsintan untuk mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” kata Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mendorong distribusi bantuan alsintan melalui program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI).

Dedi menjelaskan, hal itu dilakukan meningkatkan produktivitas memberikan kemudahan dalam mengolah usaha pertanian warga.

“Modernisasi pertanian terus dilakukan READSI Kementan. Tujuannya, agar produktivitas naik. Sebab, READSI selama ini sudah menaikkan kompetensi sumber daya manusia pertanian. Kementan juga terus mendorong melalui peraturan perundangan,” jelas Dedi Nursyamsi.

Pemerintah Kabupaten  Kolaka Utara  menyerahkan Bantuan Alsintan Program READSI serta Kartu Tani Kepada Kelompok Tani Desa Lawadia dan Desa Tiwu Kec. Tiwu, Jum’at (11/02/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menyerahkan Alsintan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI) kepada Kelompok Tani yang ada di Kec. Tiwu.

Wakil Bupati Kolaka Utara H. Abbas, S.E., mengatakan bahwa melalui bantuan ini dapat dimanfaatkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan para petani seperti tujuan program Readsi dan harapan kita bersama.

“Harapan kedepan bantuan ini akan terus berlanjut dan ditingkatkan, bagi yang belum dapat supaya bersabar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan bahwa pihaknya berharap masyarakat terus mendukung program-program pemerintah, dalam hal ini revitalisasi kakao serta program yang lain agar sukses.

“Karena program bantuan tentu mengacu pada program terdahulu sebagai tindak lanjut supaya bantuan bisa berlanjut lagi,” terangnya.

“Bantuan ini harap dirawat dan dipergunakan dengan baik sesuai fungsinya,” jelasnya.

“Menariknya, petani  ikut andil dalam pembiayaan  alsintan. Poktan mengeluarkan  dana 30%  dari harga barang  yang ingin dibeli dan 70%nya lagi berasal  anggaran dari READSI,” terang Bobi Umar sebagai tenaga ahli pemberdayaan.

“Tujuan program melakukan sistem  dana sharing tersebut tidak lain untuk menyadarkan petani akan adanya usaha dari petani dan menjaga barang agar ada rasa memiliki sehingga barang tersebut akan dirawat,” Ungkap Bobi.

Harapannya dengan adanya dampingan Fasilitator Desa dan Penyuluh terhadap kelompok tani  serta bantuan program READSI dapat meningkatkan hasil produktivitas pertanian di kabupaten Kolaka Utara  sehingga tercapai tujuan Bersama Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan dan petani yang sejahtera.

Click edit button to change this text.