JAKARTA – Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), meningkatkan kualitas SDM pertanian melalui menulis karya ilmiah.

Untuk mendukung hal itu, BPPSDMP melalui Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) mengadakan Workshop Penyusunan Karya Ilmiah dan Berita Populer untuk Widyaiswara dan Fasilitator Desa dari lokasi program READSI.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mencetak SDM pertanian unggul merupakan pilar dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern.

Sedangkan Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menjelaskan, salah satu fokus BPPSDMP adalah mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, berdaya saing, serta berjiwa entrepreneur.

“SDM Pertanian inilah yang menjadi tonggak dalam mendukung pertanian yang maju, mandiri, dan modern,” katanya.

Dedi juga mengatakan, jati diri sebagai widyaiswara ditentukan oleh jurnal ilmiah dan kualitasnya.

“Menulis Jurnal Ilmiah bagi widyaiswara harus jadikan kebiasaan dan karakter kalian. Oleh karenanya, untuk menembus jurnal yang kita buat tampil di internasional kuncinya harus banyak membaca banyak jurnal apa lagi jurnal ilmiah internasional,” ujar Dedi.

Dijelaskan Dedi, acara hari ini mempunyai
nilai dan arti yang sangat penting bagi pengembangan SDM Pertanian. Khususnya dalam melahirkan generasi muda pertanian yang kompeten, profesional dan berdaya saing, guna menghadapi tantangan globalisasi dan industri 4.0.

“Termasuk dalam hal bidang menulis. Sebab menulis merupakan sebuah proses kreatif
menuangkan gagasan dalam bentuk bahasa tulis,” katanya.

Menurutnya Istilah menulis sering dilekatkan pada proses kreatif yang berjenis ilmiah.

“Sebuah tulisan kita juga menyebarluaskan informasi kepada masyarakat dan stakeholder. Informasi menjadi suatu kebutuhan setiap individu, setiap individu dalam menjalani kebutuhannya tak luput dengan butuhnya informasi,” ujarnya.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi di era 4.0, informasi dapat dihasilkan dalam sekejap mata dan dapat diakses dimana saja sehingga menyebabkan ledakan informasi.

“Selain itu, Untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan secara cepat, maka kita harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan informasi ke sumber-sumber informasi yang akurat sehingga informasi yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.

Untuk itu, Dedi meminta para Widyaiswara untuk terus meningkatkan kemampuan dan melatih diri dalam hal menulis agar dapat berkomunikasi secara terstruktur sehingga mudah difahami oleh orang lain, termasuk pula bagi para peserta pelatihan nantinya.

Dalam kesempatan itu, Dedi Nursyamsi menambahkan jika saat ini kita dalam kondisi berjuang untuk pemulihan dari Pandemi Covid-19. Di sisi lain, kita juga dihantam oleh perubahan iklim dan diperparah dengan Perang Rusia-Ukraina.

“Kondisi ini menjadi hambatan kita dalam
mencapai tujuan pembangunan pertanian
berupa kecukupan pangan bagi 273 juta
penduduk Indonesia dimasa sekarang dan masa depan. Bukan hanya kecukupan pangan, tapi juga gizi yang cukup agar tercipta generasi yang cerdas dan zero stunting,” ujarnya.

Dijelaskannya, kecukupan pangan menjadi super prioritas mengingat terjadinya krisis pangan global, dan di Indonesia sudah kita rasakan adanya gejolak harga bahan pangan.

“Di samping menjadi hambatan, kondisi ini dapat memunculkan “booming komoditas pertanian” yang berpeluang meningkatkan kesejahteraan petani. Agar peluang ini dapat mendorong kesejahteraan petani, maka petani harus mampu mengelola dan merencanakan keuangan rumah tangga dan usaha tani saat ini maupun di masa mendatang,” katanya.

Dedi menegaskan, literasi keuangan merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh SDM pertanian yang diperlukan dalam pelaksanaan Strategi Pembangunan Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Daya Saing Berkelanjutan.

Workshop Penyusunan Karya Ilmiah dan Berita populer untuk para Widyaiswara dan Fasilitator Desa program READSI, digelar 25-27 Oktober 2022 di Lido Lake Resort, Jawa Barat.

Kegiatan ini diikuti oleh Widyaiswara dan Fasilitator Desa program READSI yang memiliki minat dalam dunia jurnalistik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi modal untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang menulis dan digital informasi.

Materi pembahasan dalam workshop meliputi pengetahuan dasar Penulisan jurnal ilmiah, Plagiarisme, Pengenalan OJS, teknik penulisan berita, teknik dan praktek foto, dan video

Dijelaskannya dalam Peraturan Kepala LAN-RI Nomor 3 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Orasi Ilmiah Widyaiswara, dinyatakan bahwa setiap widyaiswara diharuskan untuk melakukan orasi ilmiah sebagai persyaratan untuk naik jabatan ke Widyaiswara Ahli Utama.

Bahkan untuk naik ke jenjang Widyaiswara Ahli Utama diharuskan melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah yang kemudian disampaikan dalam sebuah acara orasi ilmiah.

Sementara menurut Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, workshop digelar untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas penulisan jurnal bagi widyaiswara dan penulisan pemberitaan bagi Fasilitator Desa program READSI.

“Output kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas diseminasi program Badan SDM pertanian dan diseminasi program utama Kementerian Pertanian secara umum, melalui berbagai media baik elektronik, cetak maupun sosial,” ujar Leli.

Menurutnya Kementan banyak memiliki program unggulan di tengah-tengah masyarakat. Maka untuk menderaskan informasi tersebut diperlukan SDM yang memiliki kemampuan dalam membuat pemberitaan, melalui berbagai media baik elektronik, cetak maupun medsos.

Leli menambahkan, dari kegiatan ini Kementan akan mendorong pengembangan SDM Pertanian yang kompeten, profesional dan berdaya saing, guna menghadapi tantangan globalisasi dan indutri 4.0.

“Termasuk dalam bidang menulis. Untuk
itu diharapkan kegiatan ini dapat memicu minat dan meningkatkan kemampuan serta keahlian menulis khususnya menulis paper yang publishable pada jurnal-jurnal bereputasi yang terindeks baik nasional maupun internasional,” tuturnya.

Selain itu, Leli mengharapkan para Widyaiswara juga mendapatkan wawasan dan memilih jurnal yang tepat untuk dituju sesuai dengan kualitas riset dan paper yang dimiliki.

“Juga bagi Fasilitator Desa Program READSI, kami harapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam
membuat bahan informasi yang menarik dan akurat terkait capaian keberhasilan program-program utama Kementan, termasuk juga READSI,” ujarnya

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berjumlah 50 orang yang terdiri dari Kepala UPT Pelatihan, Tim Widyaiswara Penjamin Mutu Literasi Keuangan Program READSI, Widyaiswara kegiatan Magang Petani di P4S Program READSI, Widyaiswara UPT Pelatihan Fasilitator Desa Lokasi Program READSI dan Tim READSI Pusat.

Adapun Narasumber yang dihadirkan adalah Jepri Agung Priyanto (IPB) sebagai pemateri Tehnik penyusuan artikel jurnal ilmiah, Wakil pemred Tabloid Sinar Tani sebagai pemateri penulisan pemberitaan popular, Ahamad Saiful Jamil (widyaiswara muda) sebagai pemateri pengenalan OJS dan Cahyono Al Mansyur sebagai pemateri tehnik fotografi dan video.