Kementerian Pertanian terus melakukan upaya percepatan tanam demi menjaga ketersediaan stok pangan nasional. Tidak terkecuali daerah terluar yang berbatasan langsung dengan negara lain. Upaya Kementan sebagai tindak lanjut dari prakiraan BMKG terkait musim panas yang hadir lebih cepat. Ini merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia yang mengarahkan Kementan untuk memastikan ketersedian pangan bagi 267,7 juta penduduk Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyerukan walau di tengah pandemi Covid-19 petani tidak boleh patah semangat dalam menyediakan bahan pangan, dengan mendorong semua kegiatan pertanian. Mentan mengatakan ditengah masa pandemi Covid-19, “Ada dua sektor yang tidak boleh berhenti dalam situasi seperti ini yaitu sektor pertanian dan kesehatan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah dalam menyediakan bahan pangan untuk 267 juta lebih penduduk Indonesia”.

Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), juga menegaskan bahwa “pertanian tidak boleh berhenti, olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa”, tegas Dedi.

Dalam mewujudkan Visi Misi Kementerian Pertanian, khususnya daerah tertinggal dan terluar Kementan memiliki Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI). Dimana tujuan utama READSI adalah memberdayakan rumah tangga di pedesaan di lokasi sasaran, baik secara individu maupun secara kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya di wilayahnya. Dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan. Dimana READSI hadir di 6 Provinsi, 18 Kabupaten yang meliputi 342 desa di Indonesia.

Dukungan READSI bagi daerah terluar seperti Kabupaten Sambas diharapkan dapat mendukung kegiatan utama Kementan dalam mendorong partisipasi aktif petani dalam menyediakan stok pangan Nasional. READSI hadir memberikan semangat tambahan di tengah merebaknya Covid-19 sehingga tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Sambas untuk terus menanam. Semangat ditunjukkan para petani dari  Kelompok Tani Suka Damai, Desa Pancur, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Dimana kelompok tani binaan Program READSI ini, mengelola lahan 3 borong (sekitar setengah hektar) setiap anggota untuk ditanami padi. Kelompok Tani Suka Damai beranggotakan 25 orang, yang terdiri dari 2 orang laki-laki dan 23 orang perempuan.

Sanji, Fasilitator Desa Pancur menuturkan semangat yang baik ditunjukan anggota poktan Damai, yang memanfaatkan lahan yang kurang produktif agar dapat ditanami padi. Sanji juga menyampaikan bahwa READSI memberikan dampak positif dan energi tambahan bagi petani di Desa Pancur Kabupaten Sambas. “Walaupun ada keterbatasan aktifitas kegiatan, semangat dan kebersamaan kelompok tetap berjalan, tanam terus diupayakan untuk dilaksanakan. Dengan sinergi bersama pemerintahan desa, sesuai arahan protocol kesehatan pemerintahan setempat, hingga hari ini aktifitas tanam tetap berjalan, dan semoga panen memuaskan” Ujar Sanji.

Walau kegiatan tanam sangat penting demi menjaga ketersedian pangan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga nya. “jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, kalau bisa konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.