Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti serta harus tetap berjalan di tengah kondisi wabah penyakit seperti sekarang ini, upaya seperti percepatan tanam juga dilakukan sebagai strategi dalam menjaga ketersedian pangan nasional dalam beberapa bulan ke depan. Selain beras, Menteri Pertanian juga menyampaikan bahwa komoditas jagung memiliki peran sangat strategis dalam sistem ketahanan pangan nasional maupun sebagai penggerak ekonomi. Selain itu juga, jagung memiliki kontribusi dalam ketersedian protein yang menjadi bahan baku pakan baik ternak maupun perikanan serta industri lainnya.

Di beberapa daerah Indonesia jagung merupakan makanan utama seperti beras. Di sisi lain jagung dipilih karena jagung merupakan makanan yang sering dikonsumsi sebagai sumber kalori selain nasi. Selain fakta menyebutkan bahwa jagung juga memiliki kandungan nutrisi tinggi yang bermanfaat bagi tubuh. Jagung juga kaya akan vitamin B1 yang bermanfaat untuk penyerapan karbohidrat dalam tubuh, vitamin B5 yang membantu normalnya fungsi-fungsi fisiologis, dan vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh di tengah wabah Covid-19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa “pertanian tidak boleh berhenti dalam kondisi bagaimanapun, olah tanah, olah tanam, hingga masa panen oleh petani harus tetap berlangsung di tengah kondisi seperti saat ini, karena masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan mempengaruhi hidup matinya suatu bangsa”, tegas Dedi.

Wilayah Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah dengan konsumsi jagung yang cukup tinggi. Jagung juga merupakan makanan utama bagi masyarakat seperti beras. Oleh karenanya READSI mendukung para petani jagung di wilayah NTT dan wilayah lainnya. Melalui dinas kabupaten para petani jagung dan kelompoknya menerima manfaat Program READSI seperti sekolah lapang. Frankie Lalang fasilitator pendamping desa Silawan juga menyebutkan bahwa READSI memberikan semangat bagi para petani Jagung di desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur.

“Di kelompok tani Kolohauk sedang panen itu di lahan Mama tua Bergita Moru dan Bapak Ambrosius. Puji tuhan hasilnya sekitar 2 Ton di lahan sekitar 1 Ha, sebenarnya hasil sedikit menurun karena curah hujan yang sangat rendah, tapi harus disyukuri. Semoga panen kedepannya hasilnya memuaskan dan dapat menambah penghasilan para petani penerima manfaat program READSI”, jelas Frankie.

Sesuai himbauan Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, selaku Direktur Program READSI, mengingatkan pentingnya mengikuti Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “konsumsi makanan yang sehat yang terpenting patuh terhadap protokol kesehatan dalam melaksanakan aktivitas, kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di bidang pertanian di tengah pandemi Covid-19 saat ini”, ujar Bustanul