Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan peningkatan SDM menjadi fokus utama Kementan. Kementerian Pertanian ingin menghadirkan SDM-SDM unggul dan berkualitas yang bisa mendukung pengembangan pertanian. Oleh karena itu, Kementan memaksimalkan program-program pemberdayaan petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas SDM. Tugas Penyuluh pertanian melakukan pertemuan rutin kelompok untuk penguatan kelembagaan poktan dan gapoktan, menyusun rencana kerja yang  diimplementasikan di lapangan, serta memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi petani dalam budidaya dan pemasaran hasil pertanian..

Mengaktifkan dan menggerakkan kelompok tani mungkin menjadi persoalan utama yang dihadapi kalangan penyuluh pertanian. Salah satu kuncinya agar kelompok tani bisa berjalan dinamis adalah kedekatan penyuluh dengan kelompok tani.

Bagaimana caranya agar dekat? Tidak lain dengan seringnya penyuluh pertanian melakukan kunjungan lapangan. Fakta di lapangan makin jarang penyuluh berkunjung ke kelompok tani, maka akan semakin jauh hubungan petani dan penyuluh. Kondisi tersebut berpengaruh dengan kegiatan atau program yang masuk ke Poktan tersebut.

Meski kini petani bisa mendapatkan informasi teknologi pertanian dari internet dan segala hal yang berbau instan, sehingga ada kesan petani tidak lagi memerlukan pendampingan penyuluh. Namun kenyataan, petani tetap masih memerlukan bimbingan penyuluh pertanian.

Untuk membantu peran penyuluh program READSI berkonribusi dalam penaambahan sumber daya manusia yang disebut dengan Fasiltator Desa, dimana tugasnya ialah sebagai pendamping kelompok untuk peningkatan aktivitas kelompok tani di luar teknis olah tanam. Fasilitator Desa READSI juga berperan sebagai motivator dan inisiator kelompok untuk terus berkembang dan mengontrol kegiatan program sampai pusat.

Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Lingga Merta I, II  dan III  binaan READSI Komoditi Padi Sawah di Desa Peoho, Kecamatan Watubanga, Kab. Kolaka, Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini dihadiri oleh  Fasilitator Desa dan anggota poktan. Dengan agenda Pemanfaatan Alsintan,  penumbuhan UPJA dan Persiapan SL serta Binjut.(07/05/2022)

Syamsu alam sebagai Fasilitator Desa juga menjelaskan kepada anggota kelompok tani pentingnya kesadaran mencatat dan membuat pembukuan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan. Yaitu penyewaan Alsintan berupa hand traktor yang diterima di Poktan. Syamsu juga menambhakan pada pertemuan itu untuk bersiap-siap pengadaan pelatihan bimbingan lanjut pada bulan Mei.

Pertemuan rutin ini diadakan setiap 1 minggu sekali yang dihadiri oleh Fasilitator Desa, Penyuluh. Syamsu Alam  sebagai Fasilitator Desa  mengatakan kepada seluruh angggota kelompok untuk tetap giat dan selalu aktif mengikuti setiap kegiatan kelompok agar tidak ketinggalan informasi informasi yang penting. Dan selalu berkoordinasi dan bekerjasama meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi usaha guna kemajuan kelompok sehingga tercipta kesejahteraan bagi para angggota kelompok tani, ungkapnya.

Dalam Permentan No. 273/Kpts/Ot.160/4/2007  tentang Penumbuhan Kelompok Tani, sangat jelas dukungan SDM berkualitas melalui penyuluh pertanian dengan pendekatan kelompok yang dapat mendukung sistem agribisnis berbasis pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan). Karena itu perlu dilakukan pembinaan dalam rangka penumbuhan dan pengembangan kelompok tani menjadi kelompok yang kuat dan mandiri untuk meningkatkan pendapatan petani dan keluarganya.

Dengan pembinaan kelompok tani diharapkan dapat membantu  menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani secara lebih efektif, dan memudahkan mengakses informasi, pasar, teknologi, permodalan dan sumberdaya lainnya.  Hal ini bisa dilihat dari organisasi kelompok tani yang kuat dan mandiri.