Jumat, 15 Mei 2020

Hasil Rapat Koordinasi Program READSI dengan Prov.Kalbar, Kab.Sambas dan Kab.Sanggau diselenggarakan pada hari Jumat, 15 Mei 2020 jam 09.30 – 11.45 WIB melalui video conference. Rapat Dihadiri oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Wakil Direktur Program READSI, Manager Project NPMO, LO Prov. Kalbar, Kab. Sambas dan Kab. Sanggau, Tim READSI Pusat, Manager Project PPSU Prov. Kalbar, Manager Project DPMO Kab. Sambas, Manager Project DPMO Kab. Sanggau Rapat ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi mengenai progres dan teknis rencana pelaksanaan kegiatan di Pusat dan Daerah khususnya dalam merespon kondisi pandemi Covid-19. Rapat Koordinasi ini berupa pemaparan progres pelaksanaan kegiatan, dan kinerja pemberdayaan adalah sebagai berikut:

-Mempercepat realisasi/progres kegiatan triwulan I ditahun anggaran tahun 2020 sudah mulai musim tanam (April sampe September)

-Kegiatan READSI Tahun 2020 di fokuskan untuk peningkatan kapasitas SDM Pertanian dan peningkatan produksi; diprovinsi fokus pada studi akses pasar, pelatihan penyegaran penyuluh di lokasi READSI, perbanyakan materi penyuluhan serta manajemen pengelola program; dan di kabupaten fokus dengan sekolah lapang. komiditas, penyediaan saran produksi dan pengadaan bantuan perlengkapan balai benih penyuluhan manajemen dll

-Sambas dan Sanggau, bagaimana mempercepat musim tanam di daerah masing2, untuk itu perlu dukungan dari Program READSI

-Diharapkan Juli-Agustus sudah bisa panen ke-2

-Bagaimana Program READSI mendukung/sinergi dengan Program Kostratani Pengembangan Petani Muda Milenial, dan Mendukung Program Utama Pertanian

-Program READSI mendukung Safety nett untuk batuan langsung petani : pengadaan benih, pengadaan alsintan dll

-Konsultan TA untuk memaksimalkan pemberdayaan Fasilitator Desa mendukung pembangunan pertanian.

-Bantuan2 selama ini ke petani hanya sebagai triger selanjutnya pemberdayaan petani agar bisa mandiri ke depannya.

-Kegiatan Program READSI yang ada di Dinas Provinsi danKabupaten harus sejalan dengan program utama pertanian yaitu menyedia pangan, meningkatkan kesejahteraan petani dan kualitas hasil untuk eskpor.

-Perubahan dana alokasi READSI terkait dengan SKB pengalihan dana hibah BPKAD ada rasionalisasi sebesar 85% (6M), alokasi dana cadangan beras daerah mencapai 1,6M, Hampir 1,6 M penyediaan beras cadangan daerah dari semula dari 60 ton jadi 180 ton dan pengurangan atau ditiadakan anggaran untuk Program READSI.

-Terkait dengan pandemi covid19 rencana jadwal Program READSI mundur semua dan selama perubahan DPA APBD belum disyahkan untuk kegiatan Program READSI belum berani bergerak, dalam kondisi standby ini anggaran berkurang 85%.

-Pelatihan peningkatan kapasitas Poktan sejauh ini ada 115 Poktan, sisa 25 Poktan yang belum mendapat pelatihan; Proses pendampingan admin dan pembukuan kelompok terkendala pandemi covid19; Belum ada instruksi dari DPMO untuk penyusunan RUA, RUK, Proposal dan Pembuatan Rekening, terkait terkendala rasionalisasi anggaran daerah.

-Realisasi Kegiatan READSI Triwulan I: Alokasi DPA T.A. 2020 7.483.78.000 Realisasi 29.712.200 (sangat kecil) ; Refocusing Anggaran Kegiatan READSI T.A. 2020 daru Pagu Anggaran dari 7,4M dirasionalisasi sebesar 6,9M hanya tersisa 680Juta.

-Selain itu, terkait dana anggaran PHLN tidak ada pemotongan anggaran dalam kondisi Covid-19 saat ini. Menurut arahan Pak Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yaitu kegiatan pertemuan, perjalanan dialihkan saja ke IT di BPP, kegiatan safety nett pastikan sesuaikan dengan musim tanam, musim kering kita cukup panjang, kalau tanam sekarang bisa terlambat, pada saat musim panen.

TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut rapat ini, yang perlu segera dilakukan:

  1. Kab.Sanggau harus segera melakukan percepatan kegiatan dan pergeseran anggaran bantuan saprodi bisa menggunakan aturan PERGUB untuk safety net petani tanpa menunggu aturan PERDA
  2. Kab. Sambas segera melakukan percepatan kegiatan
  3. Fasilitator Desa di Kab.Sanggau dan Kab. Sambas harus meningkatkan pemberitaan kegiatan poktan dalam menyikapi pandemi Covid19