Rabu, 13 Mei 2020

Koordinasi READSI NPMO dengan PPSU dan DPMO serta TA prov NTT, kab. Kpang dan Belu yang dilaksanakan pukul 10.00-13.00 WIB membahas tentang pelaksanaan kegiatan di daerah, bagaimana merespon situasi pandemi dari sisi keuangan, bagaimana rencana pelaksanaan kegiatan di tahun 2020 serta memberi informasi terkait potensi pengembangan Mocaf di daerah. Rapat dihadiri oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Manager Project NPMO, LO Prov NTT, Kab Kupang dan Kab Belu, Tim READSI Pusat, Manager Project PPSU Prov NTT, Manager Project DPMO Kab Belu, Manager Project DPMO Kab Kupang. Dalam arahannya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian menyampaikan hal-hal berikut:

1.  Kegiatan di Kementerian Pertanian harus searah dan seirama dengan kegiatan yang ada di Dinas Provinsi dan Kabupaten yaitu :

Bagaimana menghasilkan petani-petani muda milenial dan berkenaan dengan Program READSI, bagaimana petani, poktan dan lembaga-lembaga yg ada akan menjadi lembaga keuangan mikro, bagaimana kita memberdayakan koperasi di wilayah READSI, karena tidak hanya diharapkan ada peningkatan produksi tetapi juga peningkatan kesejahteraan petani, dan meningkatkan kualitas produk untuk ekspor dan memastikan sarana prasarana yang tersedia dan lembaga bidang penyuluhannya.

-Harus ada sinergi yang baik disemua komponen program, ini peluang bagi kita di Pelatihan BPSDMP rupiah murni dipotong, Kegiatan Pelatihan shutdown sampai Desember karena anggaran dialihkan ke kegiatan safety nett batuan langsung petani : pengadaan benih, pengadaan alsintan dll

-Realisasi keuangan daerah menghasikan atau mencerminkan sejauh mana realisasi fisik itu progresnya.

-Kegiatan READSI di daearah diharapkan dapat mendukung produksi, dan kesejahteraan petani di Provinsi NTT, Kabupaten Belu dan Kabupaten Kupang

  2.  Terkait dengan Progres Kegiatan READSI, administrasi kegiatan Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu sudah banyak progresnya, untuk Kabupaten kupang masih menunggu recofusing anggaran dan dana reimburse tahun 2019 cair ,dan untuk penyusunan RUA dan RUK belum dilaksanakan sama sekai sedangkan Kabupaten Belu masalah terkait pergeseran anggaran saprodi bisa menggunakan aturan PERGUB saja untuk safety nett petani dan untuk penyusunan RUA dan RUK sudah selesai dengan 48 kelompok.

3.  Selain itu, terkait dana anggaran PHLN tidak ada pemotongan anggaran dalam kondisi Covid-19 saat ini. Menurut arahan Bapak Kepala Pusat Pelatihan Pertanian yaitu kegiatan pertemuan, perjalanan dialihkan saja ke IT di BPP, kegiatan safety nett pastikan sesuaikan dengan musim tanam, musim kering kita cukup panjang, kalau tanam sekarang bisa terlambat, pada saat musim panen.

4.  Terkait dengan Potensi Pengembangan Mocaf (tepung singkong), Mas Reza dan Tim Mas Reza (Petani Milenial) dapat melihat potensi singkong di Indonesia dan membuat nilai jual singkong yang tinggi dan mampu mengajak petani keluar dari rentenir serta bagaimana tengkulak ini bisa diminimalisir dan bekerjasama untuk meningkatkan nilai jual pertanian yang ada diwilayah khususnya di Banjarnegara dan pemasaran sudah di beberapa negara karena Mocaf lebih sehat daripada tepung terigu. Untuk potensi yang ada di Prov NTT cukup mendung ketika kita meningkatkan nilai jual produk singkong Mocaf menjadi beberapa macam bahan pangan.

TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut rapat ini, yang perlu segera dilakukan:

1.  Kabupaten Kupang segera melakukan penyusunan RUA dan RUK

2.  Kabupaten Belu perlu melakukan pergeseran anggaran bantaun saprodi bisa menggunakan aturan PERGUB untuk safety net petani tanpa     menunggu aturan PERDA

3.  Follow up terkait adimistratif yang bersifat fleksible dan revis-revisi pedoman akan cepat dilakukan