Rabu, 10 juni 2020

VCon Koordinasi NPMO dengan PPSU dan DPMO serta TA prov sulteng, kab. Poso, Buol, Toli2, Banggai, Parigi yang dilaksanakan pukul 9.00-12.00 WIB membahas tentang pelaksanaan kegiatan di daerah, bagaimana merespon situasi pandemi dari sisi keuangan, bagaimana rencana kegiatan di tahun 2020. Rapat dihadiri oleh Kadistan Sulteng, PPSU, DPMO, TA prov&kab dengan hasil sebagai berikut:

-Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terjalin komunikasi yang baik, menyamakan persepsi pelaksanaan kegiatan Program READSI pusat dan daerah sehingga mempermudah pencapaian tujuan Program READSI.

-Didukung oleh pola kerja di setiap tingkatan saya pastikan kegiatan Program READSI bersinergi dengan program pembangunan pertanian di provinsi antara lain; pembangunan pedesaan, perbaikan gizi, pembiyaan pertanian, dll. Komponen dalam Program READSI harus bisa memperkuat kelembagaan petani dan menumbuhkan regenerasi petani.

-Penguatan kelembagaan petani melalui pembentukan Kelompok Tani, Usaha Tani, hingga Korporasi Petani, sehingga membangun percaya diri, meningkatkan SDM dan pendapatan petani sektor pertanian dan non-pertanian.

-Program READSI bersinergi dengan Program Utama Kementerian Pertanian KOSTRATANI peningkatan kapasitas SDM Pertanian dan optimalisasi BPP.

-Apresiasi percepatan kegiatan PHLN dengan Bappenas kegiatan READSI dalam merespon Pandemi Covid19 utamanya dalam hal Social Safetynet berupa saprodi; benih, pupuk, obat hama, alat dan mesin pertanian (sederhana). Dan mendukung KOSTRATANI BPPSDMP dalam penyediaan perlengkapan IT di BPP di lokasi Program READSI

-Terkait SL dalam pelaksanaan harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid19 di daerah masing-masing dan didiskusikan kemungkinan terbaik sehingga tidak menjadi hambatan/kegiatan tetap berjalan. Contohnya seperti video conference seperti ini, koordinasi secara on line.

-Catatan 2019 penyerapan anggaran Program READSI mencapai 78% ini diapresiasi oleh Kemenku dimana proyek on-granting lainnya hanya mencapai 50%. Diharapkan tahun 2020 Program READSI mencapai min 90%.

-Sisa 7 bulan s/d Desember 2020 ini perlu pengawalan dan dukungan yang intens.

-Dengan presentasi progres ini kita bersama-sama dapat melihat gambaran progres di daerah.