Koordinasi Virtual READSI Provinsi Sulawesi Tenggara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Mei 2020 pukul 11.00-13.40 WIB yang membahas tentang pelaksanaan kegiatan di daerah, bagaimana merespon situasi pandemi dari sisi keuangan, bagaimana rencana kegiatan di tahun 2020. Rapat dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan, Kapuslatan BPPSDMP, Kadis Pertanian Kab. Kolaka Utara dan KaBappeda Kab. Kolaka Utara dengan hasil sebagai berikut:

-Beberapa respon Kapuslatan mengenai hal jika kegiatan administrasi sudah selesai bisa digencarkan operasionalnya bagaimana mengeksekusi kegiatan-kegiatan sesuai juknis yg sudah disusun. Kegiatan readsi in-line dengan kegiatan daerah (Kabupaten), maka kegiatan FD dilapangan harus mendukung kegiatan di wilayahnya, maka diharapkan daerah yg ada program readsi nya harus lebih baik dengan yg tidak terkena dampak READSI. Dan FD harus bersama2 dgn penyuluh, krn penyuluh lebih paham dgn wilayahnya, maka kolaborasi antara FD dan penyuluh diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tsb

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan dalam arahannya menyampaikan;

Jangan mengsia-siakan setiap investasi yg dilakukan pemerintah yang merupakan bagian dari penguatan pembangunan pertanian. Saat ini eranya pertanian untuk menjadi pahlawan di saat seperti ini untuk menjadi support pangan yang tidak boleh berhenti, ini menyangkut aspek bagaimana mengeksekusi anggaran tepat waktu untuk support kegiatan READSI, serapan pembangunan ini menjadi ukuran kita dalam rangka kinerja management program.

Diharapkan juga taat pada schedule yg sudah disusun, kalau ada hambatan segera direview sesuai keadaan, komunikasi diintensifkan. Direktur diharap rutin melakukan evaluasi dalam 2021, mengidentifikasi masalah dan mengembangkan solusi2 untuk mengejar ketertinggalan. Tahun ini diarahkan pada social safety nett, komponennya pada sarana produksi untuk petani, tolong hati2 atas ketepatan waktu dalam memfasilitasi sarana ini pada musim tanamnya.

Fasilitator desa akan berhasil jika diiringi backup pengawalan perhatian dari dinas. Inti dari pengawalan adalan proses edukasi yang tidak berhenti, sehingga fd dan penyuluh mumpuni utk melaksanakan tugas-tugasnya sehingga petani bisa melakukan kegiatan produktif dgn baik.

Program READSI ini harus terecord dengan baik sehingga laporan periodik sangat penting bagi manajemen program utk melakukan pembinaan dalam proses pelaksanaan program, pelaporan yg disiplin agar jadi feedback dari tingkat pusat, provinsi ,kabupaten.