KABUPATEN TOLI-TOLI – Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan bahwa penting membangun SDM pertanian yang berkualitas. Dedi juga menegaskan bahwa semua harus siap untuk mengahadapi Industri 4.0 lewat penguatan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan dalam implementasi Kostratani.

Mengikuti arahan Kepala Badan BPPSDMP dalam kegiatan Sekolah Lapang (SL) lanjutan di Desa Binontoan Kecamatan Toli-toli Utara Penyuluh Pertanian, Muhammad memotivasi petani dengan materi pemanfaatan limbah menjadi karya seni mendukung Home Industry. Limbah pertanian dan non pertanian adalah barang bekas yang mestinya dibuang karena sudah tidak memiliki fungsi, di tangan kelompok KWT Cahaya Binontoan yang merupakan kelompok tani di wilayah Program READSI, limbah tersebut didaur ulang menjadi sesuatu yang bernilai estetika dan mampu menjadi daya tarik tersendiri untuk berbagai kalangan sehingga memilki nilai tambah yang awalnya di buang sekarang dapat djual dan memberikan pendapatan tambahan.

Salah satu limbah yang diolah seperti kulit jagung dan tongkol yang diolah menjadi rangkaian bunga yang ternyata memiliki nilai ekonomi, begitupula dengan batok kelapa yang bisa dipadu padankan dengan tripleks bekas sehingga menjadi vas bunga. Adapun vas bunga lainnya, Berbahan dari limbah sekam padi, Gabus dan pasir.

Pada awalnya KWT kurang tertarik pada vas bunga setelah melihat keunikan dari masing-masing kerajinan tangan yang ada sebelumnya sehingga menjadi daya tarik untuk mengolahnya, Kemudian sabut kelapa yang pada umumnya hanya sebagai bahan bakar pada saat memasak dan membakar ikan namun anggota kelompok KWT Cahaya Binontoan disulap menjadi Pot multi fungsi dengan keunikan-keunikan tersendiri menghadirkan pot bunga dan sayur-sayuran yang asri dan kreasi unik lainnya yang ditampilkan.

Harapan Syarifuddin selaku fasilitator Desa semoga ke depan lebih baik lagi hasil olah tanamnya dan lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah yang ada, kiranya hasil kratifitas KWT Cahaya Binontoan dan kelompok-kelompok wanita Tani lainnya mendapat dukungan dari dinas kabupaten, provinsi dan pusat sehingga kreasi yang dilakukan menjadi tongkat baru perekonomian Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Binontoan.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, berpesan agar seluruh tim, khususnya petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarganya. “jaga jarak itu wajib, hindari kerumunan juga dan jangan lupa cuci tangan, kalau bisa konsumsi makanan yang sehat serta seimbang agar daya tahan tubuh bagus, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih dalam memastikan keamanan ketersediaan pangan”, ujar Bustanul.