Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus menegaskan bahwa pertanian tidak boleh berhenti atau dengan kata lain harus tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Mentan juga berharap produksi hasil pertanian bisa stabil, dengan harapan tetap menjamin ketersedian pangan nasional.

Hal ini kembali ditegaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Prof. Dedi Nursyamsi bahwa “masalah pangan adalah masalah yang sangat utama dan hidup matinya suatu bangsa”. Oleh karena itu pemerintah akan terus mendukung seluruh kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan pertanian.

Dalam situasi seperti sekarang selain harus tetap mendukung produksi hasil pertanian, demi menjaga ketersediaan pangan, Program READSI juga tetap memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran. Salah satunya KWT Mawar Saron, komoditas Pekarangan di Desa Kamumu Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai. KWT Mawar Saron bersama perangkat desa Kamumu membangun lokasi wisata berupa hutan pinus. Karolina Labola, selaku Ketua kelompok mengaku senang dengan adanya READSI di desa mereka. “dengan adanya sekolah lapang, pengetahuan kita meningkat, dibantu dan didukung juga oleh Fasilitator desa Kamumu”, pungkas Karolina.

Ayhu Darise selaku FD desa Kamumu mengaku senang dapat memberikan dampingan ke KWT Mawar Saron. Ayhu juga menjelaskan bahwa ide untuk menjadikan agrowisata karena potensi hutan pinus yang memang sudah ada didesanya. “hutan pinus kamumu, merupakan suatu kawasan hutan lindung yang sengaja ditanami pohon pinus dengan tujuan sebagai penyangga tanah hutan pada tahun 1979”, ujar Ayhu. Sekarang tinggal mendorong KWT nya untuk bisa ambil bagian dalam pengembangan hutan pinus ini. “rencana jangka pendeknya adalah membuat agrowisata dengan memberdayakan kelompok sayuran dan pekarangan sasaran Program READSI dalam mengelolah lahan di sekitar hutan pinus untuk ditanami sayuran dan buah-buahan, sehingga bukan hanya wisata pemandangan alam hutan pinus tetapi juga bisa menambah pendapatan petani”, tambah Ahyu.

Ahyu juga menjelaskan bahwa, “tahun 2016 pemerintah desa bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, sektor kehutanan (KPH Balantak) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk mengembangkan wisata alam, sehingga diharapkan tidak hanya getahnya saja yang dapat diolah, melainkan wisata yang dapat menarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing, sehingga tercipta sumber pasar ataupun usaha bagi masyarakat desa kamumu”.

Di tengah kegiatan yang harus tetap berjalan, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin Caya berpesan agar seluruh tim, termasuk petani dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga. “jangan lupa cuci tangan dan konsumsi makanan yang sehat serta seimbang, karena kalau kita sehat maka kita dapat berkontribusi lebih di sektor pertanian”, tegas Bustanul.