Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 telah mempengaruhi banyak sektor, tidak terkecuali sektor pertanian.  Namun arahan Menteri Pertanian bahwa pertanian tidak boleh berhenti di tengah wabah ini. Akan tetapi pelaku pertanian harus mematuhi dan mengikuti anjuran pemerintah, demi memutus rantai penyebaran virus ini.

Dalam mendukung visi Kementerian Pertanian “Terwujudnya Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”, READSI memberikan dukungan bagi kelompok tani sasaran di 342 desa, 18 Kabupaten yang terdapat di 6 Provinsi. Dengan tujuan utama yakni membantu mewujudkan visi Kementan lewat 4 komponen utama program. Di antaranya, Pengembangan Pertanian dan Matapencaharian di Perdesaan, Peningkatan Pelayanan Pertanian, Penyediaan Saprodi dan Pemasaran, Policy (Kebijakan), dan Dukungan Pengelolaan Program yang diharapkan dapat mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Di tengah pandemi, READSI tetap memberikan dukungan bagi petani di wilayah sasaran lewat fasilitator desa. READSI sangat mendorong keterlibatan perempuan dalam kelompok sasaran program. Dengan harapan meningkatnya peran serta produktivas wanita tani sebagai pengurus rumah tangga dan pencari nafkah (tambahan maupun utama). Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, menuju pencapaian perbaikan gizi keluarga.

KWT Srikandi adalah salah satu kelompok sasaran READSI yang menerapkan tabungan wajib, sukarela sehingga kelompok dapat gunakan untuk meminjamkan uang ke anggota yang membutuhkan modal usaha.

Dibutuhkan pendampingan khusus dari Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa untuk meyakinkan kelompok untuk mendapat keuntungan dari adanya simpan pinjam dalam kelompok.

Dalam upaya menyadarkan petani untuk simpan pinjam diadakan pertemuan yang dilakukan untuk memperbaiki kebiasaan lewat perbaikan dasar-dasar kelompok. Pertemuan rutin bulanan kelompok KWT Srikandi menghasilkan:

  1. Strategi untuk mencukupi 30% pengadaan alsintan
  2. Revisi AD & ART
  3. Sesuai kesepakatan akan diadakan Balai Belajar Kampung bagi ibu-ibu
  4. Bermitra dengan “SIKOLAH MOMBINE” untuk penjualan hasil prodak dari ibu2 KWT yg akan dipasarkan di Galery Usaha Kampung
  5. Bekerja sama dengan PERINDAKOP melalui Gelar Usaha UMKM Kab. Poso yang dilaksanakan setiap minggu dengan tujuan untuk peningkatan perekonomian keluarga khususnya ibu-ibu