Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga buka rapat koordinasi program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (Readsi) tingkat kabupaten pohuwato yang berlangsung di aula Baperlitbang, Kamis 25/3/21.

Bupati Saipul Mbuinga yang didampingi Kepala Bapertiltbang, Irfan Saleh, Kepala BKD, Iskandar Datau dan Plt. Kadis Pertanian, Ikbar AT. Salam mengatakan bahwa tujuan program readsi ini sudah searah dan sesuai dengan kebijakan 9 agenda pembangunan pemerintahan Kabupaten Pohuwato saat ini, terutama dalam hal mewujudkan daya saing ekonomi melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan misalnya.

“Olehnya diharapkan dalam pelaksanaan seluruh kegiatan baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa serta kegiatan yang langsung dikelola oleh masyarakat agar dapat dilaksanakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin agar tujuan akhir dari program readsi ini tercapai yakni peningkatan produksi serta peningkatan kesejahteraan Petani,” Terang Saipul

Diketahui, sejak pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan saat ini jelas Bupati Saipul Mbuinga, Kabupaten Pohuwato tetap komitmen untuk melaksanakan program readsi, karena ini adalah program yang dinilai berhasil oleh Bappenas dan Ifad dalam menurunkan tingkat kemiskinan masyarakat tani.

“Ini adalah berkat usaha dan kerja keras stakeholder, penyuluh pertanian serta fasilitator desa hingga mencapai prestasi tersebut, olehnya diharapkan hal ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” Lanjutnya

Sebelumnya, Plt. Kadis Pertanian, Ikbar AT. Salam turut memberikan pendapat. Menurutnya program readsi di Pohuwato sudah dimulai pada 2019 dan berada di 6 Kecamatan yakni Kecamatan dengilo, Patilanggio, Taluditi, Lemito, Popayato Timur, dan Popayato Barat.

“Setiap Kecamatan ada 3 Desa penerima program readsi dan disetiap Desa ada 7 kelompok yang masing-masing kelompok 25 orang, sehingga penerima program readsi untuk Pohuwato selama 5 tahun kedepan kurang lebih 3.150 rumah tangga,” Bebernya

Selanjutnya, jelas Ikbar AT. Salam, untuk 2021 akan dilaksanakan program kegiatan berupa lucuran kegiatan yang tidak sempat dilaksanakan pada TA 2020 untuk 16 kelompok yakni kelompok perkebunaan lainnya dalam hal ini budidaya kelapa dalam untuk 10 keloimpok, dan 6 kelompok yaitu kelompok kakao dengan anggaran kurang lebih Rp. 950 juta.

“Ya, awal kegiatan di 2021 digelar rapat kroodinasi pada hari ini dengan menghadirkan seluruh pengelola yang terdiri dari penyuluh pendamping 18 orang untuk 18 desa di 6 kecamatan dan fasilitator desa 18 orang, total peserta dari kecamatan sejumlah 36 orang dan ditambah pengelola readsi tingkat kabuopaten,”

Sumber   : Harianmetro.co