Ditengah merebahnya wabah Covid-19 setiap daerah dihimbau untuk menjamin ketersediaan bahan pokok di wilayahnya. Untuk itu diperlukan pemantauan demi menjaga stabilitas harga, khususnya kebutuhan pokok seperti beras. Tidak terkecuali Kabupaten Luwu Utara, yang merupakan wilayah program READSI yang melakukan pemantauan ketersediaan pangan yang langsung dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri melakukan pemantauan perkembangan stock gabah/beras di beberapa Gapoktan Binaan Dinas Ketahanan Pangan di Kecamatan Bone – Bone Kabupaten Luwu Utara, Selasa (7/4/2020). Alauddin mengunjungi beberapa gapoktan seperti Gapoktan Karya Tani di desa sukaraya, Gapoktan Tirta Wiguna di desa Tamuku, Gapoktan Tri Tunggal (sidomukti) di desa Banyuurip.  Itu semua dilakukan untuk memastikan ketersediaan Pangan masyarakat Luwu Utara dimasa menyebarnya penyakit coronavirus atau lebih dikenal pendemi corona virus 2019 (Covid-19).

Alauddin menegaskan, perlu dipastikan ketersedian pangan daerah, karena masa pandemi coronavirus 2019 belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Dari hasil pemantauan ketersediaan pangan Alaudin berpendapat bahwa, “Insya Allah cukup, apalagi yang panen baru sebagian wilayah, puncaknya minggu ke tiga April sampai dengan minggu pertama Mei dan akan tetap berlanjut karena sebagian wilayah ada yang belum panen, ada yang umur tanaman masih muda dan ada juga yang masih dalam proses pengolahan tanah “.

Alaudin berharap dengan adanya dukungan pemerintah pusat lewat Program READSI dapat memberikan manfaat nyata bagi petani di Luwu Utara. Ini berlaku bagi semua komoditas, karena READSI tidak hanya memberikan sekolah lapang padi tetapi juga petani coklat, buah, sayur, jagung bahkan pekarangan untuk kelompok wanita tani. Kita yang usaha keras untuk memaksimalkannya, sinergitas dari dinas pertanian yang menangani Program READSI, penyuluh, fasilitator desa dan tentu petaninya. Jadikan Luwu Utara sebagai percontohan bagi daerah lain, pungkasnya.

#PertanianTidakBerhenti